Jakarta, Purna Warta – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih kokoh dan jauh dari kondisi krisis, termasuk dibandingkan dengan krisis 1998.
Hal ini disampaikan Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Selasa (9/7/2026).
“Fundamental ekonomi kita dalam kondisi yang sangat baik. Bahkan jauh dibandingkan dengan kondisi krisis 1998,” ujar Firman.
Ia menjelaskan bahwa indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi masih tinggi, inflasi stabil, neraca korporasi sangat sehat dengan utang perusahaan dalam dolar yang jauh lebih rendah dibanding 1998, serta posisi kas perusahaan yang tinggi.
Dari sisi perbankan, rasio permodalan (capital ratio) berada di atas 25 persen, menunjukkan sistem perbankan cukup kuat.
Meskipun demikian, Firman mengingatkan agar tetap waspada terhadap ketidakpastian ekonomi global akibat perang di berbagai belahan dunia, terutama kenaikan harga energi yang berpotensi meningkatkan biaya produksi dan distribusi.
Namun, ia menilai pemerintah telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi dan kepercayaan (confidence) harus terus diperkuat.


