Teheran, Purna Warta – Unit pertahanan udara Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) memaksa jet tempur F-16 AS yang menyerang untuk melarikan diri.
“Setelah jet tempur F-16 musuh melanggar wilayah udara Teluk Persia dan sistem pertahanan udara IRGC menembakkan rudal ke sana, jet tempur agresor tersebut melarikan diri dari lokasi kejadian,” kata kantor hubungan masyarakat IRGC pada Kamis pagi.
Perkembangan ini terjadi setelah tentara teroris Amerika mengumumkan dimulainya babak baru agresi terhadap Iran.
Menurut Tasnim, dalam gelombang baru serangan AS terhadap Iran, sebagian wilayah pesisir selatan negara itu menjadi sasaran pesawat Amerika.


