Pemerintah Target Hentikan Impor Solar dan Bensin, Ganti dengan Bensin & Solar dari Sawit

Jakarta, Purna Warta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pemerintah menargetkan menghentikan seluruh impor solar dan bensin dengan memproduksinya di dalam negeri menggunakan minyak sawit mentah (CPO). Amran mengakui wacana ini mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak.

“Nantinya 100 persen enggak ada impor, bensinnya dari sawit, solarnya dari sawit. Inilah kita diganggu terus,” kata Amran dalam kuliah umum di Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara, Sabtu (6/6/2026).

Amran menjelaskan, pemerintah saat ini menjalankan mandatori B40 (60 persen solar, 40 persen biosolar). Presiden Prabowo Subianto berani memutuskan menghentikan impor solar sama sekali pada 1 Juli mendatang dengan meningkatkan komposisi biosolar menjadi B50.

Pemerintah sebelumnya meminta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengolah CPO menjadi bensin. ITS berhasil mengembangkan inovasi riset bensin biogasolin sawit ITS (Benwit) RON 90.

Dosen ITS Hosta Ardhyananta mengatakan energi dari Benwit dapat menghemat 10 persen penggunaan BBM nasional. Sebanyak 10 kg CPO menghasilkan 5 liter bensin (50 persen dari bahan baku). Saat ini Benwit diujicobakan pada kendaraan dengan metode blending bersama bensin konvensional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *