Hamas: Pembantaian Pengungsi di Gaza Merupakan Upaya Terang-Terangan untuk Menggagalkan Gencatan Senjata

Pembunuhan

Gaza, Purna Warta – Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengecam keras serangan mematikan yang dilakukan rezim Zionis Israel terhadap tenda-tenda pengungsi di Kota Gaza, dan menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya Tel Aviv untuk mengacaukan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata serta menggagalkan upaya para mediator.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menanggapi serangan yang dilakukan tentara Israel pada Sabtu sore terhadap lokasi pengungsian di Kota Gaza dengan menyatakan bahwa rezim pendudukan kembali melakukan kejahatan baru dengan menargetkan perempuan dan anak-anak Palestina di dalam tenda-tenda pengungsian, yang mengakibatkan banyak korban tewas dan terluka.

Ia menegaskan bahwa rezim Israel terus melakukan pelanggaran terhadap komitmen yang telah disepakati dan tidak menunjukkan tanda-tanda kepatuhan terhadap perjanjian yang ada.

“Musuh yang melakukan kejahatan ini terus mengingkari komitmennya dan tidak memberikan indikasi apa pun bahwa mereka berniat mematuhi kesepakatan,” ujar Qassem.

Juru bicara Hamas itu menambahkan bahwa serangan tersebut terjadi bersamaan dengan dimulainya pertemuan di Kairo yang membahas pelaksanaan perjanjian gencatan senjata. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa rezim pendudukan berupaya melemahkan proses implementasi kesepakatan dan menggagalkannya.

Qassem menegaskan bahwa tindakan terbaru Tel Aviv mencerminkan sikap tidak peduli sepenuhnya terhadap upaya para mediator maupun berbagai inisiatif politik yang bertujuan memperkuat dan mempertahankan gencatan senjata.

Ia juga menyerukan kepada negara-negara mediator dan pihak-pihak yang menjamin pelaksanaan perjanjian agar tidak lagi bersikap diam terhadap pelanggaran berulang yang dilakukan Israel. Menurutnya, diperlukan sikap yang tegas dan tekanan yang nyata untuk memaksa Tel Aviv memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan.

Lebih lanjut, Qassem menekankan bahwa rezim Israel merupakan pihak utama yang bertanggung jawab atas hambatan dalam pelaksanaan gencatan senjata dan menjadi penghalang utama bagi kemajuan jalur politik maupun kemanusiaan yang berkaitan dengan perjanjian tersebut.

Sementara itu, sumber-sumber medis di Jalur Gaza melaporkan bahwa serangan terhadap tenda-tenda pengungsi di bagian barat Kota Gaza telah menewaskan sedikitnya tujuh warga Palestina, termasuk dua perempuan, serta melukai lebih dari 15 orang lainnya, di antaranya sejumlah anak-anak.

Serangan tersebut terjadi ketika Jalur Gaza masih terus menghadapi serangan militer Israel yang berkelanjutan dan memburuknya kondisi kemanusiaan yang dialami ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *