Menkeu: Data Desil yang Beredar Belum Final, BPS Masih Proses Perbaikan DTSEN

Jakarta, Purna Warta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan data penetapan desil masyarakat yang beredar saat ini belum mencerminkan hasil akhir pembenahan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurut Purbaya, proses sensus dan perbaikan DTSEN yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) masih belum selesai. Karena itu, ia mempertanyakan mengapa data tersebut sudah beredar.

“Kalau itu kan BPS yang melakukan survei, kita menyediakan anggaran cukup untuk BPS, untuk sensus, sekaligus perbaikan data-data, data nasional itu, DTSEN. Saya pikir belum selesai itu proses sensusnya, maupun perbaikan DTSEN-nya. Saya gak tau kenapa udah keluar datanya,” kata Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Ia meyakini data tersebut akan semakin sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat setelah proses pembenahan selesai.

“Tapi harusnya begitu itu selesai, nanti akan semakin membaik dimana orang yang pas lah dapet penilaian yang pas, yang gak berhak yang gak dapet subsidi, yang berhak mesti orang kaya betul-betul kaya. Desil 8,9 akan seperti itu,” kata dia.

Menurut Purbaya, pembenahan data menjadi penting karena pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, dengan subsidi BBM lebih dari Rp500 triliun dan subsidi non-BBM sekitar Rp540 triliun untuk pendidikan dan kebutuhan lainnya.

Purbaya mengatakan pemerintah tidak pernah melupakan masyarakat yang membutuhkan bantuan, dan juga berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi. BPS sendiri mendapatkan total anggaran operasional dan program sebesar Rp6,9 triliun, termasuk untuk DTSEN dan Sensus Ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *