Al-Quds, Purna Warta – Dilansir kelompok berita berbahasa Ibrani Kantor Berita Tasnim, seorang sejarawan Rusia yang menghilang setelah memasuki wilayah Palestina yang diduduki kini berada dalam tahanan badan intelijen Israel.
Surat kabar berbahasa Ibrani Zman Yisrael melaporkan bahwa kerabat seorang sejarawan Rusia yang juga memiliki kewarganegaraan Israel mengatakan, setelah melakukan pencarian selama beberapa waktu, mereka mengetahui bahwa sejarawan tersebut telah ditangkap oleh Shin Bet, badan intelijen dan keamanan internal Israel.
Menurut laporan media tersebut, warga Rusia bernama Atrium Karbichunok itu melakukan perjalanan ke wilayah Palestina yang diduduki sekitar satu bulan lalu. Setibanya di sana, ia disebut langsung ditangkap Shin Bet atas dugaan spionase dan hubungan dengan badan intelijen asing.
Karbichunok, yang berdomisili di Rusia, disebut sebagai salah satu tokoh yang kritis terhadap Israel. Ia memasuki wilayah Palestina yang diduduki pada 4 Agustus lalu untuk menghadiri sebuah konferensi. Namun, menurut laporan tersebut, ia ditangkap oleh aparat keamanan Israel segera setelah turun dari pesawat.
Media berbahasa Ibrani itu menambahkan bahwa upaya keluarga dan teman-temannya untuk menghubunginya hingga kini belum membuahkan hasil.
Perwakilan Karbichunok kepada situs berita Rusia Meduza mengatakan bahwa berdasarkan “informasi tidak resmi”, sejarawan tersebut sedang diperiksa atas dugaan “terlibat dalam kegiatan spionase dan berhubungan dengan seorang agen dari badan intelijen asing”.
Menurut Meduza, “tuduhan yang diajukan dikategorikan sebagai tindak pidana berat”. Namun, pengacara Karbichunok disebut “belum mengetahui secara pasti tuduhan yang dikenakan terhadap sejarawan tersebut”.
Berdasarkan laporan itu, surat dakwaan terhadap Karbichunok dijadwalkan diterbitkan pada hari ini. Jika dakwaan tersebut telah diterbitkan, pengacaranya akan dapat mengakses dokumen-dokumen perkara.
Sementara itu, otoritas Israel pada Jumat pagi mengumumkan bahwa Kejaksaan Agung telah mengajukan dakwaan terhadap seorang warga negara Israel atas tuduhan “melakukan tindak pidana keamanan” yang berkaitan dengan sebuah kampanye “pengaruh asing”, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Sejalan dengan itu, Channel 12 Israel melaporkan bahwa pada Jumat sebuah dakwaan diajukan di Pengadilan Distrik Pusat di Lod terhadap seorang warga negara Rusia-Israel atas sejumlah tuduhan keamanan. Mengingat sifat tuduhan tersebut, pengadilan mengizinkan hanya sebagian terbatas dari rincian perkara untuk dipublikasikan.
Berdasarkan rincian yang diizinkan untuk dipublikasikan, orang tersebut sebelumnya ditahan untuk diperiksa oleh Shin Bet dan kepolisian Israel atas dugaan melakukan tindak pidana keamanan.
Menurut media tersebut, pemeriksaan mengungkap dugaan bahwa yang bersangkutan telah direkrut oleh agen intelijen asing dan terlibat dalam aktivitas pengaruh asing. Setelah pemeriksaan selesai, dakwaan diajukan terhadapnya dan penahanannya hingga proses persidangan selesai diminta oleh pihak berwenang.
Untuk saat ini, tuduhan terhadap warga tersebut mencakup tindak pidana yang berkaitan dengan keamanan Israel serta kerja sama dengan badan intelijen asing yang dianggap melakukan kegiatan melawan Israel.


