Jakarta, Purna Warta – Dalam rangka menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia, PT Pertamina (Persero) mengumumkan keberhasilan mereka dalam memproduksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Inovasi ini dilakukan di Kilang Pertamina Cilacap dan menggunakan limbah minyak goreng (used cooking oil/UCO) sebagai bahan bakunya.
Baca juga: Kemendes Wajibkan Koperasi Desa Setor 20% Keuntungan
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa produk ini telah menjalani serangkaian pengujian. Hasilnya, SAF produksi Pertamina diklaim mampu mengurangi emisi karbon hingga 84% dibandingkan bahan bakar avtur konvensional. Menurutnya, produksi SAF dari limbah minyak goreng ini bukan hanya inovasi teknologi, melainkan juga langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan energi, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pencapaian inovasi ini sebagai wujud kontribusi Pertamina untuk Indonesia. Bahkan, menjadikan Pertamina SAF sebagai produk SAF pertama di Indonesia dan Asia Tenggara,” kata Simon Aloysius Mantiri dalam keterangan tertulis.
Untuk memastikan kualitas dan standar keberlanjutan, Pertamina telah mendapatkan sertifikasi internasional Sustainability and Carbon Certification (ISCC) dan Roundtable on Sustainable Biomaterials (RSB). Sertifikasi ini membuktikan bahwa bahan bakar yang diproduksi telah memenuhi standar keberlanjutan global.
Selain manfaat lingkungan, Vice President Corporate Communication Fadjar Djoko Santoso menekankan bahwa proyek SAF ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan minyak jelantah. “Selain bermanfaat untuk masa depan lingkungan, program SAF ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan minyak jelantah,” jelasnya.
Fadjar juga menambahkan bahwa Pertamina telah menggandeng Pertamina Foundation, Patra Jasa, dan berbagai pihak lainnya untuk mengedukasi serta menyediakan titik pengumpulan minyak jelantah di berbagai daerah.
“Pengumpulan minyak jelantah bukan hanya bermanfaat bagi sektor energi, tetapi juga menciptakan potensi pendapatan tambahan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Baca juga: Babe Haikal Minta Jangan Ambigu antara Halal atau Nonhalal
Produksi SAF ini merupakan bukti nyata peran BUMN energi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
“Pendekatan ini menggabungkan tiga pilar keberlanjutan: energi bersih, ketahanan energi, dan pemberdayaan masyarakat. Pertamina siap memperluas kerja sama untuk pengembangan SAF di masa depan sebagai bagian dari energi untuk Indonesia,” tutup Fadjar.


