Washington, Purna Warta – Sebuah tangki kimia besar yang berisi hampir satu juta galon cairan yang sangat korosif meledak dan runtuh pada hari Selasa di sebuah pabrik kertas di Washington, menewaskan sedikitnya satu pekerja dan menyebabkan sembilan lainnya hilang tanpa harapan untuk diselamatkan, kata pihak berwenang.
Sembilan orang lainnya terluka, beberapa di antaranya parah, dalam tumpahan di Nippon Dynawave Packaging Co. di Longview. Penyebabnya masih belum jelas.
“Saat ini kami belum mengetahui adanya penyelamatan yang telah dilakukan,” kata Kepala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Cowlitz, Scott Goldstein, selama konferensi pers Selasa malam di mana para pejabat berulang kali menyebut situasi tersebut sebagai upaya pemulihan.
Upaya tersebut baru akan dilanjutkan pada Rabu pagi, ketika petugas tanggap darurat berencana untuk menstabilkan tangki yang runtuh, yang masih berisi sekitar 90.000 galon (lebih dari 340.000 liter) cairan kimia yang dikenal sebagai “white liquor,” dan kemudian mencari orang-orang yang hilang, kata Goldstein.
Tingkat keparahan cedera berkisar dari ringan hingga kritis, dengan beberapa menderita luka bakar atau cedera akibat menghirup asap, kata pihak berwenang. Di antara mereka yang terluka adalah seorang petugas pemadam kebakaran yang sedang bertugas.
Para pejabat mengatakan mereka hanya akan bekerja pada siang hari karena ada risiko tangki tersebut bocor dan berpotensi runtuh.
Pihak berwenang mengatakan tidak ada ancaman bagi masyarakat.
Fasilitas Nippon Dynawave Packaging Co. adalah pabrik pulp dan kertas serta pabrik pengemasan cairan di sepanjang Sungai Columbia di Longview, sebuah kota berpenduduk sekitar 38.000 jiwa yang telah memiliki hubungan dengan industri kertas dan kayu sejak didirikan oleh seorang pengusaha kayu dari Kansas City pada tahun 1920-an.
Fasilitas yang mempekerjakan sekitar 1.000 orang dan berdiri sejak tahun 1953 ini memproduksi bahan untuk tisu, kertas cetak, cangkir, piring, karton, dan barang-barang lainnya. Terletak di kawasan industri yang juga ditempati oleh bisnis kayu, kertas, dan kimia lainnya, fasilitas ini tetap menjadi pusat bagi masyarakat setempat.


