Kebijakan Tarif Donald Trump Dorong Investor China ke Indonesia

Jakarta, Purna Warta – Kebijakan tarif balasan yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, ternyata membuat Indonesia semakin menarik bagi para investor Tiongkok. Ini dikarenakan tarif yang ditetapkan AS untuk Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan tarif yang dikenakan untuk produk Tiongkok, sehingga mendorong mereka untuk berinvestasi di Indonesia.

Baca juga: APBN 2026 Terkesan Sentralistik

Menurut laporan dari Reuters, Sabtu (16/8/2025), pendiri konsultan lahan industri di Jakarta, Gao Xiaoyu, menyatakan perusahaannya kini kebanjiran panggilan dari perusahaan-perusahaan Tiongkok yang berencana memperluas atau membuka operasi di Indonesia.

“Kami cukup sibuk akhir-akhir ini. Kami rapat dari pagi hingga malam,” kata Gao, yang juga mendirikan perusahaannya, PT Yard Zeal Indonesia.

Diketahui bahwa tarif bea masuk AS untuk barang-barang dari Indonesia hanya sebesar 19%. Angka ini setara dengan tarif untuk Malaysia, Filipina, dan Thailand, serta sedikit lebih rendah dari Vietnam yang sebesar 20%. Sebagai perbandingan, tarif bea masuk produk Tiongkok ke AS saat ini telah melampaui 30%.

Selain itu, Indonesia juga memiliki keunggulan lain. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan terpadat keempat di dunia, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,12% pada kuartal kedua 2025, melampaui perkiraan. Potensi pasar konsumen yang besar ini menjadikan Indonesia lebih unggul dibandingkan negara-negara tetangga.

“Jika Anda dapat membangun bisnis yang kuat di Indonesia, Anda pada dasarnya telah menguasai separuh pasar Asia Tenggara,” kata Zhang Chao, produsen lampu depan sepeda motor asal China yang sudah beroperasi di Indonesia.

Baca juga: Prabowo Rencanakan Utang Baru Sebesar Rp 781,87 Triliun pada 2026, Tertinggi Sejak Era Pandemi

Tingginya minat investor Tiongkok ini berdampak pada kenaikan harga real estat industri dan gudang di Indonesia, yang melonjak 15% hingga 25% year-on-year pada kuartal pertama 2025. Ini merupakan kenaikan tercepat dalam dua dekade terakhir.

Menurut Kepala Perwakilan Bank of America untuk Indonesia, Mira Arifin, demografi muda dan jumlah tenaga kerja yang besar juga menjadi daya tarik utama bagi para investor.

“Indonesia memiliki kumpulan talenta yang besar dengan demografi muda yang dinamis yang mendorong investor asing untuk segera membangun skala di negara ini,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *