Jakarta, Purna Warta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan alasan pemilihan Biak, Papua, sebagai salah satu calon lokasi pembangunan bandar antariksa.
Kepala BRIN Arif Satria menyebut, Biak menjadi salah satu lokasi yang secara geografis strategis untuk mendukung peluncuran satelit karena kedekatannya dengan orbit.
“Lokasi yang kita anggap sangat efisien karena kedekatannya dengan orbit. Karena itu adalah wilayah yang memang sudah dipilih dan diperhitungkan secara saintifik. Mudah-mudahan ini bisa kita wujudkan,” kata Arif, di Kantor BRIN Pusat Jakarta, pada Rabu (8/7/2026).
BRIN menuturkan, kajian terhadap Biak sebagai lokasi bandar antariksa bukanlah hal baru. Perencanaan proyek tersebut telah dilakukan lebih dari tiga dekade lalu.
“Salah satu calon lokasi adalah di Biak, Papua. Kajian mengenai lokasi itu sudah dilakukan sejak awal tahun 1990-an. Jadi, perencanaannya sudah sangat lama. Masyarakat di sana pun sudah lama menunggu,” kata dia.
Untuk mematangkan rencana tersebut, BRIN juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Bulan lalu, dia mengaku berkunjung ke Biak untuk berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, serta tokoh-tokoh adat setempat.
Meski demikian, BRIN menegaskan Biak belum menjadi satu-satunya pilihan. Saat ini, tim masih melakukan kajian terhadap sejumlah alternatif lokasi sebelum keputusan akhir ditetapkan.
“Ada beberapa opsi dan saat ini tim masih terus melakukan kajian,” ujar dia.
Dari sisi kesiapan lahan, BRIN menyebut, kebutuhan untuk zona inti bandar antariksa mencapai sekitar 100 hektar dan lahan tersebut telah dimiliki lembaga sejak lama.
“Untuk zona inti, kebutuhan lahannya sekitar 100 hektar dan tanah tersebut sudah dimiliki BRIN. Pengadaan lahannya sudah dilakukan sejak lama,” kata dia.
Selain zona inti, pembangunan bandar antariksa juga memerlukan zona penyangga (buffer zone) sebagai salah satu persyaratan teknis untuk mendukung operasional fasilitas tersebut .


