Jakarta, Purna Warta – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas mengatakan, pihaknya dapat mengurai antrean masyarakat yang membeli BBM di SPBU dalam 1-2 hari saja. Wahyudi mengeklaim antrean tersebut terjadi karena fenomena panic buying BBM.
Baca juga: Menko Yusril: DPR Susun Draf Baru RUU Perampasan Aset, Berbeda dari Versi Era Jokowi
“Ini penting, kami sekali lagi mohon dukungan seluruh media agar supaya sama-sama menjaga bahwasanya antrean yang terjadi saat ini kita semua terus berjuang keras untuk normalisasi. Dan paling lama 1-2 hari ke depan, insya Allah semua akan terurai dan cukup lancar kembali,” ujar Wahyudi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
“Ini hanya masalah panic buying, ini hanya masalah kondisi yang kurang perhatian dari seluruh masyarakat yang sama-sama mengantre di SPBU-SPBU sekitarnya,” sambungnya.
Wahyudi menyampaikan stok biosolar, minyak tanah, hingga Pertalite masih sangat cukup aman. Hanya saja, terjadi perubahan pola pembelian BBM di masyarakat, dari yang tadinya nonsubsidi beralih ke BBM subsidi, yang sesuai regulasi diperbolehkan.
Baca juga: Dirut Agrinas: Setiap Kopdes Merah Putih Dapat Rp3 Miliar dari Dana Desa
BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga sedang berjuang keras menyalurkan BBM ke seluruh SPBU dan fokus pada normalisasi distribusi.
Di beberapa daerah, indikasi kenaikan pembelian mencapai 10-15 persen.
“Kami mengharap dan mengimbau beli lah BBM sesuai kebutuhan harian yang bijak dan wajar,” imbuh Wahyudi.


