Makassar, Purna Warta ‐ Pembatasan jemaat ibadah natal masih berlaku di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan disebabkan masih berlangsungnya Covid-19.
Yenny Ponda selaku ketua panitia Natal Gereja Katedral tersebut mengatakan panitia natal membatasi jumlah jemaat sehingga sebagian jemaat dapat mengikuti ibadah natal melalui virtual atau daring.
“Iya, kami masih tetap membatasi jumlah jemaat yang hadir di gereja,” kata Yenny Ponda, Senin (20/12).
Yenny menjelaskan, untuk jemaat yang ingin hadir beribadah di gereja wajib memiliki sertifikat kelengkapan vaksinasi baik dosis pertama maupun kedua. Jemaat yang belum mendapatkan vaksinasi harus segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapat vaksin Covid-19.
“Kami akan tetap mengadakan pemeriksaan vaksinasi terhadap jemaat dengan membawa kartu vaksin atau dengan menunjukkan di aplikasi PeduliLindungi,” ungkapnya.
Yenny melanjutkan, Ibadah Natal nanti akan dibagi beberapa sesi agar tidak terjadi penumpukan jemaat yang ingin ibadah di Gereja Katedral Makassar.
“Jadwal ibadah Natal ada lima sesi dan untuk malam ibadah Natal ada dua sesi,” sebutnya.
Yenny berharap pada Natal kali ini seluruh masyarakat Indonesia bersatu menangani pandemi Covid-19. Ia juga menekankan pentingnya persatuan kembali pasca kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar beberapa waktu lalu.
“Seperti yang sudah disampaikan sama Pastor tadi ya, dengan harapan kita dapat mempersatukan kembali dan memulihkan luka-luka kaum insani yang diakibatkan dari bom bunuh diri yang lalu,” katanya.
Tak hanya itu, Kabag Operasional Polrestabes Makassar, Kompol Nugraha Pamungkas menjanjikan, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 pihaknya akan mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di beberapa titik.
“Ada 11 titik nanti didirikan pos pam dan pos pelayanan dengan mengerahkan sekitar 2043 personel Polrestabes Makassar dibantu dari Polda Sulsel dan TNI,” kata Nugraha.
Makassar memiliki 143 gereja. Beberapa gereja yang jumlah jemaatnya cukup banyak pengamanannya akan diprioritaskan.
“Kalau gereja yang menjadi prioritas pengamanan ada sekitar 31 gereja dari 143 gereja yang ada di Makassar. Tapi, selebihnya tetap akan dilakukan pengamanan,” jelasnya.
Nugraha melanjutkan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan patroli secara intensif dan memastikan situasi Kota Makassar menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru tetap aman.


