HomeLainnyaOpini & CeritaOpini Seputar Fitrah Manusia

Opini Seputar Fitrah Manusia

Purna Warta — Dalam meraih tujuan, manusia mempunyai cara masing-masing. Sekarang, apabila kita melihat apa yang dilakukan oleh manusia, di saat mereka menginginkan sesuatu untuk mereka terapkan, maka mereka akan mencari cara untuk bisa menerapkannya itu. Walaupun terkadang cara tersebut bertentangan dengan satu hal yang berada pada manusia atau bersifat terpaksa.

Seperti para penguasa (kalangan elit penguasa), mereka terkadang ingin menjadikan bawahan mereka itu sebuah robot. Mereka mengadakan sebuah pelatihan yang mana bisa memberikan sebuah efek pada mereka, yaitu efek bahwa mereka harus patuh dan tidak boleh membangkang.

Pelatihan militer misalnya. Ketika pemimpin mereka mengucapkan sebuah kalimat (simbol), maka para prajurit itu akan melaksanakan sikap yang sesuai dengan apa yang telah diucapkannya itu.

Para penguasa menginginkan hal semacam itu. Mereka menginginkan para bawahan untuk melaksanakan apa yang mereka perintahkan. Dan mereka akan lebih senang lagi, seandainya bawahan mereka dengan sigap melaksanakannya tanpa melalui proses berpikir.

Padahal, kalau kita lihat pada diri manusia itu terdapat sebuah aspek bahwa manusia itu ingin mencari sebuah kebebasan. Apabila mendapatkan sebuah aspek pemaksaan maka manusia, sejatinya akan menolak atau mempertanyakan hal tersebut, mengapa mereka harus melakukan hal tersebut?

Penulis ingin mengerucutkan dalam tulisan ini dalam hal melakukan sesuatu untuk mendapatkan tujuan. Apabila melihat prolog di atas, akan didapatkan bahwa ketika bertindak untuk medapatkan tujuan maka seyogianya terkadang orang-orang melakukan dua cara yaitu ada tindakan yang bersifat pemaksaan dan ada yang bersifat pendidikan atau dalam artian tindakannya itu bersifat mendidik.

Seperti di atas itu didapatkan bahwa tindakan tersebut sebuah tindakan pemaksaan yang dikedepankan. Yangmana, tindakan para penguasa yang diumpamkan sebagai pemimpin militer pada pasukannya.

Adapun, tindakan dalam mencapai tujuan yang bersifat mendidik, dikatakan oleh Syahid Murtadha Muthahari adalah yang membimbing manusia menurut sifat alaminya tanpa ada pemaksaan atau yang bersifat fitriah. Dengan cara seperti ini maka Muthahari meyakini bahwa manusia akan mendapatkan sebuah proses pengajaran yang bisa memanusiakan manusia dengan alami. Mereka akan diantar pada tujuan yang mereka inginkan dengan sempurna tanpa ada proses pemaksaan.

Dalam hal ini, penulis tidak akan membawa pembaca pada kajian seputar fitrah, karena kajian tersebut akan membawa kita pada masalah yang membutuhkan pembahasan yang agak panjang. Akan tetapi, secara garis besar bahwa fitrah manusia adalah sebuah unsur bawaan yang ada pada manusia mengiringi proses penciptaannya. Yang mana banyak kajian mengenai ini, bahwa fitrah akan membawa manusia (dengan sendirinya) pada jalan yang kebenaran.

Terakhir, penulis beropini bahwa dalam mencapai tujuan yang diterapkan secara memaksa tanpa memperhatikan unsur fitrah manusia, yang mana manusia itu mempunyai unsur-unsur yang lain yang apabila dikembangkan akan membawa manusia mendapatkan tujuan tersebut secara alami.

Karena, dalam mendapatkan sebuah tujuan secara alami itu penting kiranya. Karena dalam proses mendapatkan tujuan apabila secara memaksa maka mereka terkadang memkasakan kehendak tanpa melihat berbagai aspek yang lain, akan tetapi apabila mereka dalam mencapai tujuan itu mengikuti fitrah, maka tindakan yang mereka lakukan  akan sesuai dengan  sisi yang lain yang mewujud di alam ini.

Manusia dan Alam Semesta ini akan hidup harmonis.

Baca juga: Wahai Pemuda, Jangan Lupakan Kitab Sucimu (Part 1)

Must Read

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen + 3 =