Militer Israel menghadapi kekurangan sumber daya manusia yang parah dan berencana merekrut orang Yahudi dari luar negeri, terutama dari Amerika Serikat dan Prancis, untuk dinas militer.
Menurut Radio Militer Israel, organisasi tersebut berupaya merekrut 600 hingga 700 tentara asing setiap tahunnya.
Para analis melihat hal ini sebagai tanda menurunnya minat pemuda lokal untuk bergabung dengan militer dan melemahnya moral militer kaum Zionis.
Kekurangan sumber daya manusia ini merupakan tantangan besar bagi militer, seiring dengan meningkatnya operasi di Gaza.


