Media Zionis, khususnya surat kabar Ma’ariv, baru-baru ini menyebut Sheikh Al-Azhar sebagai “kepala ular” di Mesir dan menyerukan pemecatannya.
Surat kabar tersebut juga menyebut Al-Azhar sebagai institusi yang memimpin permusuhan terhadap Israel di Mesir dalam sebuah wawancara dengan Eli Dekel, mantan perwira intelijen Israel dan pakar urusan Mesir.
Moshe Allad” mantan perwira militer Israel dan pakar urusan Asia Barat, juga mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Ma’ariv bahwa para ulama Al-Azhar, terutama Sheikh Ahmed Al-Tayeb, memainkan peran utama dalam memimpin gerakan anti-Israel di Mesir.
Ia menambahkan bahwa sekitar 110 juta warga Mesir mendengarkan fatwa Al-Azhar dan sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023, intensitas sikap keagamaan terhadap rezim Zionis telah meningkat, dan Al-Azhar memainkan peran sebagai kementerian luar negeri paralel di Mesir.


