Kim Yo-jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, menegaskan dalam pernyataannya yang mengkritik seruan kawasan agar Pyongyang melakukan denuklirisasi, bahwa persenjataan nuklir Korea Utara akan terus diperbarui.
Menurut laporan IRNA mengutip surat kabar Korea Times, Senin, 27 Juli 2026, Kim Yo-jong mengecam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada hari Sabtu (25/7) setelah pertemuan tahunan menteri luar negeri ASEAN (ARF) di Manila, di mana mereka menegaskan komitmen terhadap “denuklirisasi menyeluruh” Korea Utara.
Saudara perempuan pemimpin Korea Utara itu mengatakan, “Terus berpegang pada gagasan denuklirisasi Semenanjung Korea, yang secara konsep maupun praktik sudah tidak lagi relevan, merupakan kegagalan logika dan pemikiran strategis, serta wujud dari impian yang bodoh dan konyol.”
Kim Yo-jong menutup pernyataannya dengan mengatakan, ASEAN harus berhati-hati agar tidak dimanfaatkan sebagai corong bayaran AS.
Menurut Korea Times, pernyataan dari pertemuan tahunan menteri luar negeri ASEAN tersebut menyerukan upaya internasional untuk mewujudkan denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea secara damai.
Saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sebelumnya telah menyatakan, terkait kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping, bahwa program senjata nuklir Korea Utara tidak dapat diubah atau dibatalkan.
Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), Kim Yo-jong mengatakan, “Status kami sebagai kekuatan nuklir sama sekali tidak dapat dinegosiasikan.”
Ia menambahkan, “Korea Utara tidak akan menoleransi ancaman apa pun.”


