Shanaa, Purna Warta – Angkatan Bersenjata Yaman meluncurkan rudal balistik hipersonik ke Bandara Ben Gurion Israel pada hari Rabu sebagai balasan atas kampanye brutal rezim Zionis di Gaza. Juru bicara militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan pada hari Rabu bahwa “operasi militer kualitatif” telah menargetkan Ben Gurion, bandara internasional utama Israel di dekat Tel Aviv.
Operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya, yaitu menghentikan aktivitas bandara dan mengirim “jutaan penjajah Zionis” ke tempat perlindungan, katanya, Al Mayadeen melaporkan.
Operasi tersebut merupakan respons langsung terhadap pengepungan, kelaparan, dan agresi yang terus berlanjut yang dilakukan oleh rezim Israel di Jalur Gaza, terutama mengingat pengakuan internasional baru-baru ini atas krisis kemanusiaan tersebut, tambah Saree.
Ia membingkai operasi tersebut sebagai kewajiban agama dan moral, “menyatakan dukungan bagi rakyat Palestina yang tertindas” dan Perlawanan Palestina.
Angkatan Bersenjata Yaman menekankan tanggung jawab dunia Arab dan Islam untuk bertindak dalam menghadapi kejahatan genosida Israel dan kebijakan kelaparan di Gaza, ujarnya.
“Yaman adalah tanah kemenangan,” kata juru bicara tersebut, menegaskan bahwa negara tersebut tetap berkomitmen untuk memenuhi kewajibannya terhadap Palestina dan tidak akan mundur dari posisinya, terlepas dari tantangan yang ada.
“(Kami akan berdiri) Bersama Gaza hingga pengepungan dicabut dan agresi terhadapnya dihentikan,” pungkas Saree.
Hingga saat ini, rezim Israel telah menewaskan setidaknya 62.895 warga Palestina dalam perangnya di Gaza sejak Oktober 2023.
Serangan-serangan itu terjadi ketika pasukan Israel terus mendekati Kota Gaza, menggunakan kekuatan yang luar biasa dalam upayanya untuk menduduki pusat kota tersebut, dengan tank dan pesawat tempur yang meratakan seluruh blok permukiman.


