Barak: Target Perang tidak Tercapai; Israel Telah Berubah Menjadi “Negara yang Tunduk Pada Amerika”

Barak

Al-Quds, Purna Warta – Mantan Perdana Menteri rezim Zionis, Ehud Barak, dengan menyinggung bahwa perang terpanjang dalam sejarah rezim tersebut tidak berhasil mencapai satu pun targetnya, mengatakan bahwa Israel telah berubah menjadi “negara yang berada di bawah perlindungan” Amerika Serikat.

Menurut laporan kantor berita Palestina Samaa, Ehud Barak dalam pernyataannya mengakui: “Perang terpanjang dalam sejarah Israel sedang menuju akhir tanpa mencapai satu pun dari tujuan yang telah diumumkan.”

Berdasarkan laporan tersebut, Barak melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan: “Jika perang tidak diakhiri, Israel dalam beberapa minggu ke depan akan menghadapi kerumitan yang semakin saling terkait.” Ia menambahkan bahwa Hamas di Jalur Gaza dan Hizbullah di Lebanon masih tetap aktif dan sangat berpengaruh di medan pertempuran.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintahan di Iran berhasil lolos dari serangan gabungan Israel dan United States, sementara ancaman yang berkaitan dengan program nuklir dan rudal balistik Iran masih tetap ada dan kecil kemungkinan akan dihapus dalam kesepakatan apa pun yang sedang dibentuk.

Ehud Barak memperingatkan: “Israel dalam jalannya pertempuran ini sedang berubah menjadi negara di bawah perlindungan yang sepenuhnya tunduk kepada Amerika. Amerika kini mendikte keputusan operasional dan diplomatik kepada Israel dalam bentuk instruksi-instruksi kasar dan terkadang merendahkan.”

Kritik Internal

Kritik internal terhadap pemerintah Israel terus meningkat seiring berlarut-larutnya perang di Gaza dan meningkatnya ketegangan di kawasan. Sejumlah mantan pejabat militer dan politik Israel menilai pemerintah gagal mencapai target utama perang, termasuk menghancurkan Hamas dan memulangkan seluruh sandera. Beberapa analis keamanan Israel juga memperingatkan bahwa perang berkepanjangan justru memperbesar tekanan diplomatik internasional terhadap Tel Aviv.

Di saat yang sama, hubungan Israel dengan Amerika Serikat mengalami dinamika yang semakin kompleks. Meski Washington tetap menjadi pendukung utama Israel secara militer dan diplomatik, sejumlah laporan media menyebut pemerintahan Amerika semakin aktif mengarahkan langkah operasional Israel, termasuk terkait waktu operasi militer di Gaza, respons terhadap Lebanon, dan strategi menghadapi Iran. Hal ini memunculkan kritik dari sejumlah tokoh politik Israel yang menilai negaranya semakin kehilangan independensi strategis.

Sementara itu, kelompok Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon disebut masih memiliki kemampuan tempur yang signifikan. Serangan lintas perbatasan di front utara Israel terus terjadi, sementara operasi militer di Gaza belum menunjukkan hasil final. Kondisi ini membuat kekhawatiran meningkat bahwa Israel bisa terjebak dalam konflik multi-front yang berkepanjangan.

Di sisi lain, isu program nuklir Iran dan pengembangan rudal balistik tetap menjadi perhatian utama di kawasan. Para pejabat Israel menilai bahwa tekanan militer maupun diplomatik terhadap Iran sejauh ini belum mampu menghentikan program strategis Tehran. Dengan belum adanya kesepakatan final yang mengikat, ancaman eskalasi regional masih tetap tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *