Serangan Radar Melumpuhkan Bandara Saudi di tengah Pembalasan Yaman

Shanaa, Purna Warta – Angkatan Bersenjata Yaman berhasil melumpuhkan sistem radar pusat di bandara perbatasan Saudi, menurut sebuah laporan.

Bandara Arab Saudi di dekat perbatasan kerajaan tersebut dengan Yaman telah dihentikan operasinya setelah serangan balasan dari Angkatan Bersenjata Yaman mengenai radar utama fasilitas tersebut, sebuah laporan AFP mengatakan pada hari Selasa, mengutip sumber regional yang mengetahui masalah tersebut.

Menurut sumber tersebut, operasi di Bandara Najran telah “dihentikan tanpa batas waktu” karena radar yang ditargetkan mengalami kerusakan.

Situs web bandara mencantumkan status “tidak diketahui” untuk penerbangan yang dijadwalkan untuk beberapa hari ke depan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan serangan terhadap “instalasi strategis” di dalam bandara di Arab Saudi bagian selatan sebagai tanggapan atas agresi dan blokade Riyadh yang sedang berlangsung terhadap tanah air mereka.

Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara prajurit tersebut, mengatakan target penting tersebut diserang dengan menggunakan drone kamikaze yang dikembangkan di dalam negeri sebagai pembalasan atas pelanggaran Arab Saudi terhadap wilayah udara Yaman di provinsi utara Sa’ada dan Hajjah dengan kendaraan udara tak berawak.

Bulan lalu, pasukan Arab Saudi memberlakukan blokade laut terhadap transit maritim Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb yang strategis sebagai tanggapan atas blokade yang diberlakukan oleh Riyadh di negara Semenanjung Arab tersebut.

Pada hari yang sama, sebuah analisis yang dirilis oleh firma intelijen maritim internasional Windward mengutip data terbaru yang menunjukkan bahwa lalu lintas maritim yang melibatkan kapal-kapal terkait Saudi yang transit melalui jalur air tersebut telah jatuh ke tingkat terendah yang pernah tercatat.

Jumlah rata-rata harian kapal yang transit di Bab el-Mandeb telah menurun dari sekitar 30 menjadi 18, mewakili penurunan sebesar 22 persen, katanya, seraya menambahkan bahwa penurunan jumlah kapal tanker minyak bahkan lebih parah lagi, yakni mencapai 39 persen.

Sana’a telah berjanji untuk mempertahankan blokade tersebut sebagai bagian dari pendekatan “pengepungan demi pengepungan” selama Riyadh tetap mempertahankan pembatasan maritimnya yang menargetkan Yaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *