Jakarta, Purna Warta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 100 jiwa hingga Senin (24/8/2026).
Jumlah korban meninggal dunia tersebut bertambah sembilan jiwa dibandingkan data sehari sebelumnya, pada Minggu (23/8/2026).
“Per hari ini yang meninggal dunia ada 100 ya, kemudian luka-luka 1.603 jiwa, mengungsi 180.327 jiwa,” ujar Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, dalam konferensi pers secara daring, Senin.
Suharyanto mengatakan, korban meninggal dunia semula merupakan pasien luka-luka yang sempat mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan atau rumah sakit darurat, sehingga jumlah korban terus bertambah sejak hari pertama gempa.
Dari sisi fasilitas, data sementara rumah rusak ada 73.818 unit, terdiri dari rusak berat 23.276 unit, rusak ringan 17.563 unit, dan rusak sedang 32.979 unit.
Sampai dengan hari ke delapan setelah gempa pertama, BMKG melaporkan terjadi 6.409 kali gempa susulan di Flores, yang menyebabkan masyarakat masih banyak yang takut sehingga tetap mengungsi di luar rumah meskipun rumah-rumahnya tidak terdampak atau rusak ringan.
Suharyanto menyebut, kondisi gempa susulan ini akan berlangsung sampai tiga atau empat minggu ke depan dan kondisinya akan lebih stabil.


