Washington, Purna warta – Menurut laporan Wall Street Journal, menulis bahwa Israel secara resmi tidak menjadi bagian dari negosiasi Iran, dan merasa kecewa karena mengetahui detail kesepakatan pada tahap akhir.
Fakta Utama Berdasarkan Wall Street Journal
- Para mediator memberitahukan bahwa tidak ada konsultasi yang dilakukan dengan pihak Israel terkait kesepakatan gencatan senjata.
- Tingkat konsultasi terbatas hanya pada saat Presiden Donald Trump menghubungi Benjamin Netanyahu beberapa saat sebelum pengumuman gencatan senjata.
- Pihak Israel tidak puas dengan beberapa poin kesepakatan, termasuk rencana keterlibatan Lebanon dalam perjanjian.
- Netanyahu mengumumkan pagi ini, dengan melanggar pernyataan yang dikeluarkan oleh Shehbaz Sharif, bahwa gencatan senjata tidak mencakup Lebanon.
Gencatan Senjata dalam Kondisi Rentan
Presiden Donald Trump beberapa jam lalu dalam wawancara dengan PBS mengklaim secara salah bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kerangka gencatan senjata.
Padahal, sejak pagi hari, Israel melanggar beberapa ketentuan gencatan senjata dua minggu antara Iran dan United States, menyerang berbagai lokasi di Lebanon, menewaskan puluhan warga sipil tak bersalah.
Klarifikasi Pernyataan Pakistan
Kebohongan Trump menjadi jelas saat merujuk kembali pada pernyataan malam sebelumnya dari Shehbaz Sharif, yang menyatakan:
“Dengan kerendahan hati, saya senang mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama sekutu mereka, telah menyepakati gencatan senjata segera di seluruh wilayah, termasuk Lebanon dan lokasi lainnya, yang mulai berlaku sekarang juga.”
Dengan demikian, klaim Trump bertentangan dengan kesepakatan resmi yang telah diakui oleh semua pihak mediator.




