Turki menyebut Benjamin Netanyahu sebagai “Hitler masa kini”

Turki Israel 1

Ankara, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataan pada Sabtu malam menyebut Netanyahu sebagai “Hitler masa kini” dan menyatakan bahwa tujuan utamanya saat ini adalah mengganggu negosiasi yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.

Menurut laporan Khabar Online, dalam pernyataannya Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan: “Netanyahu, yang digambarkan sebagai Hitler masa kini, adalah sosok yang identitas dan rekam jejaknya telah diketahui dengan baik, dan terhadapnya telah dikeluarkan surat perintah penangkapan oleh International Criminal Court atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Berdasarkan laporan ISNA yang mengutip Anadolu Agency, Kementerian Luar Negeri Turki juga menyatakan bahwa Israel di bawah kepemimpinan Netanyahu sedang menghadapi proses hukum di International Court of Justice atas tuduhan genosida.

Terkait perundingan Iran–AS, kementerian tersebut menambahkan: “Tujuan Netanyahu saat ini adalah menyabotase negosiasi damai yang sedang berlangsung. Jika tidak, ia akan diadili di Israel dan kemungkinan dijatuhi hukuman penjara.”

Dengan adanya perundingan intensif di Islamabad, ibu kota Pakistan, serta adanya kemajuan dalam dialog, negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat untuk menyelesaikan isu-isu utama telah dimulai sejak Sabtu siang dan masih berlangsung.

Delegasi Iran, sambil menyatakan pesimisme terhadap pihak lawan dan mengingat pengalaman pelanggaran komitmen AS di masa lalu, tetap berpartisipasi dalam putaran negosiasi ini dengan mediasi Pakistan.

Kementerian Luar Negeri Turki juga menyatakan bahwa tuduhan yang dilontarkan pejabat Israel terhadap Presiden Turki merupakan “klaim tidak berdasar, tidak sopan, dan penuh kebohongan” yang muncul akibat ketidaknyamanan terhadap posisi Turki.

Di akhir pernyataannya, Turki menegaskan akan terus berdiri bersama warga sipil tak bersalah serta melanjutkan upaya untuk meminta pertanggungjawaban Netanyahu.

Ketegangan antara Turki dan Israel terus meningkat, terutama sejak konflik di Gaza dan eskalasi regional yang melibatkan Iran. Pernyataan keras seperti menyamakan Netanyahu dengan Adolf Hitler mencerminkan memburuknya hubungan diplomatik kedua negara.

Dalam beberapa bulan terakhir:

  • Turki secara aktif mengkritik operasi militer Israel di Gaza
  • Israel menuduh Turki mendukung kelompok seperti Hamas
  • Retorika kedua pihak semakin tajam dan personal

Selain itu, proses hukum internasional terhadap Israel juga menjadi sorotan global. Kasus di International Court of Justice terkait tuduhan genosida serta langkah-langkah di International Criminal Court memperkuat tekanan internasional terhadap kepemimpinan Israel.

Di sisi lain, negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang disebut dalam laporan menjadi faktor penting dalam dinamika geopolitik kawasan. Sejumlah analis menilai bahwa setiap pihak regional—termasuk Israel—memiliki kepentingan strategis terhadap hasil perundingan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *