Tim Medis: Serangan Israel Tewaskan Empat Warga Palestina Lagi di Gaza

Gaza Medic

Gaza, Purna Warta – Serangan Israel kembali menewaskan sedikitnya empat warga Palestina ketika rezim Tel Aviv meningkatkan agresinya terhadap penduduk Gaza.

Pejabat kesehatan Gaza pada Minggu menyatakan bahwa satu warga Palestina gugur akibat serangan Israel di dekat pos polisi di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan.

Secara terpisah, tim medis Gaza melaporkan bahwa serangan udara Israel lainnya menewaskan sedikitnya tiga orang di sebuah dapur umum dekat Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir Al-Balah, wilayah Gaza tengah.

Israel hingga kini masih mengalami kebuntuan dalam perundingan tidak langsung dengan pihak Palestina terkait upaya melanjutkan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Gaza.

Sejak Tel Aviv melancarkan perang terhadap Gaza pada Oktober 2023, hampir 73.000 warga Palestina di seluruh Jalur Gaza telah gugur, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sementara lebih dari 172.000 lainnya mengalami luka-luka di wilayah yang hancur tersebut.

Sejak gencatan senjata 10 Oktober diberlakukan, sekitar 870 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan Israel.

Dalam serangan yang hampir terjadi setiap hari, pasukan Israel berulang kali dituduh melanggar kesepakatan gencatan senjata dan meningkatkan agresi di Gaza dalam beberapa pekan setelah berakhirnya perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

Pada Jumat, Izz al-Din al-Haddad, salah satu pimpinan sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas, menjadi target dalam salah satu serangan Israel di Kota Gaza.

Sementara itu, kondisi kehidupan di Gaza tetap sangat memprihatinkan. Warga Palestina yang mengungsi hidup di tenda-tenda darurat yang rentan terhadap banjir dan berada dalam lingkungan yang tidak higienis.

Menurut otoritas Gaza, sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah hancur akibat serangan Israel.

Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk akibat kerusakan besar terhadap fasilitas sipil dan terbatasnya akses bantuan kemanusiaan. Rumah sakit, sekolah, jaringan listrik, sistem air bersih, serta jalan-jalan utama mengalami kerusakan berat akibat serangan yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Badan-badan PBB dan organisasi kemanusiaan internasional berulang kali memperingatkan bahwa jutaan warga Gaza menghadapi ancaman kelaparan, kekurangan obat-obatan, serta meningkatnya penyebaran penyakit akibat kondisi sanitasi yang buruk di kamp-kamp pengungsian.

Selain serangan terhadap kawasan permukiman, Israel juga beberapa kali dituduh menyerang fasilitas sipil seperti dapur umum, pusat distribusi bantuan, dan area sekitar rumah sakit. Organisasi hak asasi manusia internasional menyerukan penyelidikan independen terhadap dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional di Gaza.

Di sisi lain, upaya mediasi internasional untuk mempertahankan gencatan senjata masih menghadapi hambatan besar. Perundingan tidak langsung antara Israel dan kelompok-kelompok Palestina hingga kini belum menghasilkan kesepakatan permanen terkait penghentian perang, pertukaran tahanan, maupun mekanisme rekonstruksi Gaza pascaperang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *