Panglima IRGC: Pembunuhan Komandan Hamas Jadi Bukti Pengkhianatan Israel terhadap Komitmen Gencatan Senjata

irgc qassam

Tehran, Purna Warta – Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengecam pembunuhan komandan tertinggi gerakan perlawanan Palestina Hamas tersebut, seraya menegaskan bahwa tindakan itu membuktikan rezim Israel selalu mengingkari komitmennya terhadap gencatan senjata.

Dalam pernyataan pada Minggu, panglima IRGC menggambarkan Izz al-Din al-Haddad, yang menjabat sebagai kepala sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, sebagai “salah satu pejuang perlawanan terbesar dan tak tergoyahkan.”

“Kesyahidannya, bersama istri dan putrinya, pada saat gencatan senjata Gaza tampak seolah-olah berjalan karena janji-janji palsu musuh, sekali lagi menyingkap pengkhianatan dan tipu daya pihak penjajah,” demikian isi pernyataan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah rezim Israel mengumumkan telah membunuh al-Haddad dalam pemboman yang dilakukan di Jalur Gaza.

Al-Haddad, yang juga dikenal dengan nama perang Abu Suhaib, selama setahun terakhir secara de facto memimpin Hamas di Gaza setelah sejumlah pemimpin politik senior kelompok tersebut dibunuh oleh rezim Israel di wilayah Palestina itu.

Pembunuhannya terjadi meskipun gencatan senjata dalam perang terhadap Gaza telah diumumkan pada Oktober lalu.

Para analis meyakini bahwa serangan Israel terhadap anggota senior kepemimpinan Hamas bertujuan memaksa kelompok tersebut memberikan konsesi.

Hal ini terjadi ketika Hamas berulang kali menolak tuntutan Israel dan Amerika Serikat untuk meletakkan senjata serta menyerahkan administrasi Gaza — baik seluruh maupun sebagian wilayahnya — kepada pemerintahan yang disebut mendapat dukungan internasional.

Hampir 900 orang telah tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak pengumuman gencatan senjata. Jumlah itu menambah hampir 73.000 korban jiwa sejak dimulainya agresi Israel terhadap Gaza pada Oktober 2023.

Panglima IRGC menegaskan bahwa rakyat Palestina di Gaza akan terus melawan rezim Israel meskipun al-Haddad telah gugur.

“Tekad sekuat baja rakyat Gaza tidak dapat dipatahkan dan pada akhirnya akan mengalahkan barisan penindasan dan kejahatan,” demikian bunyi pernyataan panglima IRGC tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *