Komandan Pasukan Quds IRGC: Kesyahidan Komandan Al-Qassam Buktikan Perlawanan Masih Hidup

Hidup

Tehran, Purna Warta – Esmail Qaani, komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), memuji kesyahidan Ezzeddin al-Haddad, komandan Brigade Izzuddin Al-Qassam, sebagai bukti bahwa perlawanan tetap hidup di jantung Gaza yang heroik. Ia menegaskan bahwa darah suci para syuhada akan terus menginspirasi para pejuang muda Palestina hingga pembebasan al-Quds.

Dalam pesan yang dipublikasikan di akun media sosialnya pada Minggu, Brigadir Jenderal Qaani menyampaikan pesan kepada komandan yang gugur tersebut.

“Abu Suhaib sang pejuang, selamat atas kesyahidanmu,” tulis Qaani, menggunakan nama perang al-Haddad.

“Pembunuhan khianat terhadap komandan besar dan pejuang tangguh, Ezzeddin al-Haddad (Abu Suhaib), oleh Zionis pengecut telah menunjukkan bahwa perlawanan tetap hidup, khususnya di jantung Gaza yang heroik,” tambah komandan Pasukan Quds tersebut.

Ia menegaskan, “Darah-darah suci ini akan menginspirasi para pejuang muda Palestina hingga pembebasan al-Quds suci dan runtuhnya rezim pendudukan.”

Al-Haddad merupakan salah satu komandan lapangan senior Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas.

Ia gugur dalam serangan Israel di Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir.

Rincian resmi mengenai operasi pembunuhan tersebut belum dipublikasikan, namun sumber-sumber Palestina telah mengonfirmasi kesyahidannya.

Israel terus melanjutkan perang yang dimulai sejak Oktober 2023, yang telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Brigade Izzuddin Al-Qassam selama ini berada di garis depan perlawanan bersenjata terhadap pendudukan Israel.

Fakta dan perkembangan terkait

Pembunuhan terhadap tokoh-tokoh senior Hamas dan Brigade Al-Qassam meningkat selama perang Gaza berlangsung. Israel berulang kali melakukan operasi pembunuhan terarah terhadap komandan militer dan pemimpin politik kelompok perlawanan Palestina di Gaza maupun di luar wilayah tersebut.

Meski menghadapi serangan intensif dan kehancuran besar di Gaza, kelompok-kelompok perlawanan Palestina tetap menyatakan akan melanjutkan perjuangan bersenjata melawan pendudukan Israel. Brigade Al-Qassam disebut masih mempertahankan kemampuan tempur di sejumlah wilayah Gaza meskipun menghadapi tekanan militer yang sangat besar.

Perang yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menyebabkan kerusakan besar terhadap infrastruktur Gaza, termasuk rumah sakit, sekolah, jaringan listrik, dan fasilitas publik lainnya. Organisasi internasional menyebut situasi kemanusiaan di Gaza sebagai salah satu krisis terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

Berbagai negara dan organisasi internasional terus menyerukan penghentian perang, perlindungan terhadap warga sipil, serta akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Jalur Gaza. Namun hingga kini, upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata permanen masih menghadapi kebuntuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *