Skandal Penipuan di Militer Israel

Penipu

Al-Quds, Purna Warta – Sebuah media berbahasa Ibrani mengungkapkan bahwa militer Israel telah memerintahkan penyelidikan terhadap penipuan menggunakan kwitansi pengobatan palsu.

Menurut Channel 12 televisi Israel melaporkan bahwa militer Israel mengeluarkan pernyataan kepada seluruh personel cadangan mengenai tindakan penipuan yang dilakukan sejumlah perusahaan untuk menipu militer.

Pernyataan tersebut secara khusus ditujukan kepada para tentara cadangan yang telah lama menghadapi berbagai masalah, termasuk kesulitan ekonomi, akibat perang Israel yang terus berlangsung.

Militer Israel mengklaim bahwa perusahaan-perusahaan penipu menggunakan program kecerdasan buatan (AI) untuk membuat dokumen palsu dan, dengan melibatkan para tentara cadangan, menipu militer.

Menurut media tersebut, baru-baru ini sejumlah besar tentara cadangan menerima pesan singkat yang menawarkan kemungkinan memperoleh sejumlah besar uang dengan menggunakan nomor identitas personel dan data pribadi mereka.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media berbahasa Ibrani tersebut—dan setelah media itu sendiri ikut memasuki proses tersebut untuk melakukan verifikasi—diketahui bahwa sejumlah perusahaan Israel telah didirikan untuk menawarkan skema kepada tentara cadangan yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Dalam skema tersebut, para tentara cadangan diminta mengizinkan perusahaan menerbitkan kwitansi pengobatan atas nama dan menggunakan data mereka. Sebagai imbalannya, perusahaan akan menerima komisi sebesar 25% dari dana yang berhasil dicairkan.

Menurut situs media tersebut, perwakilan salah satu perusahaan mengatakan bahwa mereka dapat menyediakan faktur untuk perawatan medis fiktif dan memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang dapat menerbitkan kwitansi semacam itu. Dengan cara tersebut, seorang tentara cadangan dapat memperoleh penggantian biaya pengobatan yang sebenarnya tidak pernah ia jalani, sementara perusahaan memperoleh komisinya.

Media tersebut juga mengungkapkan:

“Kami awalnya menemukan sendiri sejumlah petunjuk mengenai penipuan ini. Namun, setelah berkonsultasi dengan juru bicara militer mengenai masalah tersebut, ia meminta kami menunggu sebentar agar dapat berkonsultasi dengan atasannya. Tetapi tiba-tiba kami mendapati militer Israel mengeluarkan pernyataan dan instruksi yang memperingatkan mengenai tindakan tersebut.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *