Gaza, Purna Warta – Seorang pejabat tinggi kepolisian di Jalur Gaza dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel yang menyasar wilayah Gaza utara, menurut Kementerian Dalam Negeri Gaza dan sejumlah petugas medis setempat.
Kementerian Dalam Negeri Gaza menyatakan bahwa Brigadir Jenderal Abdel-Nasser Al-Maqadma, Kepala Kepolisian Gaza Utara yang juga menjabat sebagai gubernur wilayah tersebut, tewas dalam serangan udara yang menghantam kawasan Sheikh Radwan, di utara Kota Gaza, pada Sabtu.
Dalam serangan terpisah, petugas medis melaporkan bahwa seorang paramedis Palestina tewas di Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza tengah. Sementara itu, seorang anggota kepolisian Palestina yang sebelumnya mengalami luka akibat serangan Israel pada pekan lalu dilaporkan meninggal dunia setelah tidak mampu bertahan dari luka-lukanya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah berulang kali menargetkan anggota kepolisian Gaza, termasuk sejumlah pejabat senior. Pemerintah Israel menyatakan bahwa banyak dari mereka memiliki keterkaitan dengan sayap militer Hamas dan dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan pasukan Israel yang beroperasi di Jalur Gaza.
Di sisi lain, Hamas menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa serangan terhadap aparat kepolisian bertujuan melemahkan sistem penegakan hukum, menciptakan ketidakstabilan, serta melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan mulai berlaku pada Oktober 2025.
Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, serangan udara Israel dilaporkan masih terjadi hampir setiap hari. Pada periode yang sama, empat tentara Israel juga dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan pejuang Palestina di dalam Jalur Gaza.
Upaya diplomatik yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat untuk mendorong proposal perdamaian yang didukung Washington hingga kini belum menunjukkan kemajuan berarti. Proposal tersebut antara lain menyerukan pelucutan senjata Hamas serta penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, sebanyak 1.191 warga Palestina dilaporkan tewas dan 3.853 orang lainnya terluka akibat operasi militer Israel. Selain itu, 803 jenazah juga berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan selama periode tersebut.
Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, sedikitnya 73.317 warga Palestina tewas dan lebih dari 173.811 orang lainnya mengalami luka-luka di Jalur Gaza. Menurut berbagai laporan kemanusiaan, hampir 90 persen infrastruktur sipil di wilayah itu mengalami kerusakan atau kehancuran.


