Serangan Israel Tewaskan Dua Orang di Gaza saat Rumah Sakit Menghadapi Kekurangan Energi

Hospital 1

Gaza, Purna Warta – Sebuah serangan Israel kembali menewaskan dua orang di Jalur Gaza, sementara rumah sakit di seluruh wilayah pesisir tersebut menghadapi kekurangan energi yang parah. Kondisi ini semakin menegaskan berlanjutnya perang rezim Tel Aviv terhadap warga Palestina yang tidak berdaya.

Baca juga: Ulama Sunni Dibunuh oleh Penembak Tak Dikenal di Iran Tenggara

Serangan tersebut menghantam kawasan Tel al-Hawa di Kota Gaza pada Minggu, menewaskan dua orang dan melukai 15 lainnya.

Petugas medis setempat mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tengah meminta informasi yang dapat membantu mengidentifikasi kedua korban tewas dalam serangan tersebut, karena jenazah mereka tidak dapat dikenali.

Para pejabat Israel membenarkan serangan ilegal tersebut dengan mengklaim bahwa pasukan rezim telah menargetkan dua anggota gerakan perlawanan Palestina Hamas. Namun, mereka tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Serangan itu terjadi meskipun telah diberlakukan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada Oktober 2025, yang melarang serangan semacam itu. Gencatan senjata tersebut juga mengharuskan pasukan Israel ditarik dari Jalur Gaza sebagai bagian dari upaya memulihkan perdamaian. Namun, kemajuan menuju tujuan tersebut masih sangat terbatas. Warga Palestina terus menghadapi ancaman dan kekurangan kebutuhan dasar setiap hari akibat tindakan pasukan pendudukan Israel.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa rumah sakit mulai kekurangan bahan bakar dan suku cadang, sehingga generator listrik terancam berhenti beroperasi. Pada Minggu, kementerian tersebut mengatakan bahwa sejumlah generator rumah sakit telah berhenti beroperasi akibat kekurangan minyak, suku cadang, dan bahan bakar.

Kementerian itu menambahkan bahwa beberapa generator lainnya juga mengalami kerusakan dalam beberapa hari terakhir. Menipisnya persediaan minyak untuk generator semakin menyulitkan upaya mempertahankan pasokan listrik ke rumah sakit. Jumlah minyak yang terbatas yang baru-baru ini diizinkan Israel masuk ke Gaza hanya mencukupi untuk kebutuhan darurat, sementara rumah sakit membutuhkan sekitar 2.500 liter minyak setiap bulan.

“Kondisi teknis dan mekanis yang sulit membuat generator yang masih beroperasi harus bekerja sepanjang waktu dan tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik seluruh unit yang menangani penyelamatan jiwa,” kata kementerian tersebut.

Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa situasi dapat semakin memburuk dan lebih banyak generator dapat mengalami kerusakan apabila tidak segera dilakukan penggantian minyak. Kementerian tersebut menyerukan agar pasokan kebutuhan pokok segera diizinkan masuk untuk menjaga generator tetap beroperasi.

Baca juga: Dua Warga Sipil Tewas, Satu Lainnya Terluka akibat Serangan Saudi yang Hancurkan Jembatan di Yaman Selatan

Generator telah menjadi sumber utama listrik bagi rumah sakit di Gaza selama pemadaman listrik yang berkepanjangan. Kekurangan bahan bakar dan suku cadang berulang kali mengganggu pengoperasian generator tersebut.

Rezim Israel melancarkan perang genosida terhadap Gaza pada Oktober 2023 dengan tujuan mengusir warga Palestina dari tanah mereka. Menurut otoritas Gaza, serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, sekaligus menyebabkan kehancuran besar-besaran di seluruh wilayah tersebut.

Ratusan warga Palestina juga telah tewas sejak gencatan senjata Oktober 2025 yang didukung Amerika Serikat mulai diberlakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *