Sana’a, Purna Warta – Sedikitnya dua warga sipil tewas ketika serangan udara Saudi menghancurkan sebuah jembatan di Provinsi Ta’izz, Yaman barat daya, di tengah semakin intensifnya bentrokan antara pasukan militer Yaman dan milisi bayaran yang didukung Saudi di sepanjang pesisir barat negara tersebut.
Saluran televisi al-Masirah Yaman, mengutip sumber-sumber lokal, melaporkan bahwa dua orang tewas dan seorang lainnya terluka pada Senin malam ketika serangan udara Saudi menargetkan Jembatan al-Barah di Distrik Maqbanah.
Serangan tersebut menghancurkan sebagian badan jembatan hingga menjadi puing-puing dan memutus akses wilayah tersebut dengan daerah-daerah di sekitarnya.
Pesawat tempur Saudi juga melancarkan tiga serangan udara terhadap kota strategis Mokha di pesisir Laut Merah. Namun, belum ada laporan mengenai korban atau tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Di tempat lain, di Provinsi Sa’ada, Yaman barat laut, pesawat nirawak tempur Saudi melancarkan sejumlah serangan terhadap wilayah Ayash di Distrik Monabbih, sementara unit artileri Saudi berulang kali menembaki kawasan tersebut.
Saudi Lancarkan 54 Serangan Udara ke Yaman dalam 24 Jam Terakhir
Selain itu, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat tempur Saudi telah melancarkan 54 serangan udara terhadap sejumlah lokasi di berbagai wilayah Yaman selama 24 jam terakhir.
Ia menambahkan bahwa serangan udara tersebut menargetkan sejumlah distrik di Provinsi Hajjah dan al-Jawf di Yaman utara, Provinsi Lahej dan Ta’izz di barat daya, serta Provinsi Ma’rib di bagian tengah.
Saree mengatakan bahwa pesawat-pesawat yang terlibat dalam serangan tersebut lepas landas dari pangkalan militer Saudi di kota Khamis Mushait dan Taif di bagian barat daya kerajaan.
Ia menegaskan bahwa tindakan agresi Saudi yang terus berlangsung terhadap Yaman tidak akan dibiarkan tanpa balasan dan akan dihadapi dengan respons yang menghancurkan.
Militer Yaman Lancarkan Serangan di al-Jawf, Puluhan Milisi yang Didukung Saudi Tewas
Sebelumnya pada hari yang sama, puluhan milisi yang didukung Saudi tewas dan sejumlah lainnya terluka ketika pasukan militer Yaman menggagalkan serangan pasukan bayaran tersebut dan melancarkan serangan balasan di Provinsi al-Jawf, Yaman utara.
Seorang sumber militer Yaman yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada saluran televisi lokal al-Masirah bahwa Angkatan Bersenjata Yaman melancarkan sebuah operasi berkualitas di sebelah utara wilayah al-Kana’is, di Distrik Khabb wa ash Sha’af, yang menimbulkan kerugian besar bagi pasukan bayaran yang didukung Saudi.
Ia menambahkan bahwa sejumlah kendaraan militer, beserta senjata dan amunisi, berhasil dihancurkan ketika pasukan militer Yaman menargetkan posisi pasukan bayaran Saudi.
Perkembangan tersebut terjadi sehari setelah sedikitnya empat komandan lapangan senior milisi yang disponsori Saudi tewas dan lima lainnya terluka oleh unit militer Yaman dalam bentrokan di kawasan pegunungan Kahbub, yang menghadap Selat Bab al-Mandab beserta garis pantai dan wilayah sekitarnya.
Al-Masirah TV, mengutip sumber-sumber lokal, melaporkan bahwa mereka yang tewas termasuk seorang komandan batalion dan dua komandan peleton.
Mereka yang terluka termasuk komandan utama dari apa yang disebut Brigade Keempat, Divisi Pertama, dan Batalion Kedua pasukan bayaran yang didukung Saudi.
Yaman: Arab Saudi “Keliru” jika Mengira Dapat Lolos dari Hukuman
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman mengatakan bahwa otoritas Saudi “keliru” jika meyakini bahwa mereka dapat lolos dari hukuman atas tindakan agresi yang terus dilakukan terhadap negara tetangga mereka di selatan.
“Arab Saudi tidak akan tetap aman selama terus melakukan permusuhan. Kerajaan tersebut melancarkan kampanye militer dan memberlakukan blokade terhadap Yaman, yang telah berlangsung selama lebih dari 12 tahun,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
Kementerian itu menambahkan bahwa rezim Riyadh memulai gelombang agresi terbaru terhadap Yaman dengan serangan besar terhadap Bandara Internasional Sana’a pada 13 Juli untuk mencegah sebuah pesawat Iran mendarat, serta mengabaikan seruan untuk mengakhiri blokade.
Kementerian tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa penumpukan kekuatan militer Saudi dan militerisasi Mokha menunjukkan sifat jahat dari niat rezim Riyadh.
“Pelayaran maritim di perairan lepas pantai barat Yaman kini jauh lebih aman setelah Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan kendali atas wilayah tersebut dan mengusir pasukan bayaran yang didukung Saudi,” kata Kementerian Luar Negeri Yaman.


