Tehran, Purna Warta – Seorang ulama Sunni dibunuh dalam sebuah aksi pembunuhan di kota Zahedan, Iran tenggara.
Gubernur Zahedan Jamshid Rokhshani Nasab mengatakan kepada IRNA pada Senin bahwa Molavi Yousef Gorgij, seorang imam salat Sunni di kota tersebut, dibunuh oleh penembak tak dikenal pada hari yang sama.
Rokhshani Nasab menambahkan bahwa serangan tersebut dilakukan di luar kediaman sang ulama.
Menurut gubernur, Gorgij selama ini aktif dalam upaya memerangi unsur-unsur yang berusaha memecah belah masyarakat serta para tentara bayaran Zionis.
Belum ada kelompok maupun individu yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Pangkalan Quds Pasukan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa sang ulama gugur setelah serangkaian kekalahan yang dialami kelompok-kelompok teroris dan pembubaran sejumlah sel teroris di Provinsi Sistan dan Baluchestan.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa “kelompok-kelompok teroris pengkhianat” membunuh Gorgij, yang merupakan tokoh berpengaruh dalam memperkuat persatuan antara umat Islam Syiah dan Sunni di provinsi tersebut serta merupakan ulama yang sangat dihormati.
Menurut pernyataan itu, Gorgij dibunuh di luar rumahnya pada Senin sore dalam sebuah “serangan teroris” yang dilakukan oleh “musuh-musuh persatuan”.
Pembunuhan tersebut terjadi lima hari setelah ulama Kurdi Mamosta Mohammad Nozhati tewas dalam serangan teroris di Provinsi Azerbaijan Barat, Iran bagian barat.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah kematian Nozhati pada Rabu, IRGC mengecam pembunuhan tersebut dan menyalahkan “kelompok separatis Zionis-Amerika” atas serangan itu.


