Jakarta, Purna Warta – Komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi terus diakselerasi melalui akses pendidikan inklusif.
Hingga saat ini, sebanyak lebih dari 44.000 anak dari keluarga prasejahtera jenjang SD, SMP, hingga SMA kembali mengecap pendidikan gratis dan berkualitas lewat program Sekolah Rakyat.
Kepala Biro Humas Kementerian Sosial (Kemensos) Devi Deliani mengatakan, pemerintah memastikan lebih dari 44.000 anak dari keluarga miskin kembali mendapat akses pendidikan berkualitas secara gratis.
“Lewat program Sekolah Rakyat, kemiskinan orangtua tidak lagi menjadi penghalang masa depan anak,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (20/9/2026).
Devi menjelaskan, negara berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan agar anak yang selama ini tidak tertampung bisa kembali duduk di bangku sekolah.
Hingga kini, Sekolah Rakyat telah menjangkau 182 wilayah, melonjak dari 166 titik. Pada tahun pertama, lebih dari 14.700 peserta didik menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.
Adapun setiap siswa terdaftar diidentifikasi berdasarkan nama dan alamat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Dengan demikian, bantuan negara sampai tepat pada anak yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar angka di atas kertas,” ujar Devi.
Selain memutus rantai kemiskinan, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu bertujuan agar semakin banyak anak belajar dengan fasilitas setara dengan sekolah unggulan tanpa harus menunggu lebih lama.
Pada 2026, sebanyak 93 gedung Sekolah Rakyat permanen telah rampung dibangun dan beroperasi pada pertengahan Juli hingga awal September.
Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah menargetkan lebih dari 150.000 siswa terlayani pada 2027, sehingga setiap kabupaten dan kota diharapkan memiliki minimal satu gedung permanen berkapasitas lebih dari 2.000 siswa.


