Al-Quds, Purna Warta – Militer Israel melancarkan serangan menggunakan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan sebuah sepeda motor di jalan Al-Bayadah–An-Naqoura, wilayah Tyre (Sur), Lebanon selatan.
Baca juga: Haaretz: Era Dominasi Amerika, Dunia Unipolar, dan Netanyahu Telah Berakhir
Menurut laporan Al-Manar, aksi militer dan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata oleh Israel di Lebanon selatan terus berlanjut.
Dalam insiden terbaru yang disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata, militer Israel menargetkan sebuah sepeda motor di jalan Al-Bayadah–An-Naqoura di kawasan Tyre, Lebanon selatan, menggunakan serangan drone. Hingga kini belum ada laporan mengenai kemungkinan korban jiwa maupun korban luka akibat serangan tersebut.
Koresponden Al-Manar juga melaporkan bahwa pasukan Israel pada dini hari melakukan ledakan di sekitar Kota Hadatha.
Selain itu, Kota Al-Mansouri di Lebanon selatan juga menjadi sasaran serangan udara Israel pada dini hari.
Media-media Lebanon turut melaporkan adanya serangan drone militer Israel terhadap kawasan Choukin (Shoukin) di Kota Nabatieh, Lebanon selatan.
Wilayah Lebanon selatan, terutama daerah yang berbatasan dengan Israel seperti Tyre, Nabatieh, dan Naqoura, dalam beberapa bulan terakhir kerap menjadi lokasi baku tembak dan serangan lintas batas antara militer Israel dan kelompok Hizbullah. Meskipun telah diberlakukan perjanjian gencatan senjata, kedua belah pihak saling menuduh telah melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.
Baca juga: Knesset Israel Secara Final Mengesahkan RUU Pembubaran Parlemen
Serangan drone menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan Israel dalam operasi militernya di Lebanon selatan. Israel menyatakan serangan semacam itu ditujukan kepada individu atau sasaran yang dianggap memiliki keterkaitan dengan Hizbullah atau kelompok bersenjata lainnya. Di sisi lain, pemerintah Lebanon dan Hizbullah menilai serangan-serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan kesepakatan gencatan senjata.
Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) secara berkala melaporkan adanya pelanggaran gencatan senjata di sepanjang Blue Line, yaitu garis demarkasi yang memisahkan Lebanon dan Israel. UNIFIL berulang kali menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memicu eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan perbatasan.


