Sebelas Orang Tewas, Sejumlah Lainnya Terluka dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pelanggaran Gencatan Senjata Terbaru

Terluka

Al-Quds, Purna Warta – Sedikitnya 11 orang, termasuk tiga anak-anak dan dua perempuan, tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara Israel di Lebanon selatan. Serangan tersebut terjadi di tengah perundingan langsung antara Beirut dan Tel Aviv yang dimediasi Amerika Serikat mengenai rencana pembentukan “zona percontohan” di Lebanon selatan.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa pesawat tempur Israel pada Sabtu pagi menyerang sebuah rumah di pinggiran kota Ansar. Serangan tersebut menewaskan tujuh orang, melukai tiga lainnya, dan menghancurkan rumah yang menjadi sasaran.

Tim pertahanan sipil dari Otoritas Kesehatan Islam, Asosiasi Pramuka Risala Islam, dan Palang Merah Lebanon mengevakuasi korban tewas dan terluka dari lokasi serangan, menurut NNA.

Media-media lokal melaporkan bahwa tiga serangan udara Israel menghantam wilayah pinggiran Ansar di Distrik Nabatieh pada dini hari, serta kawasan Bukit Ali al-Taher di sekitar Nabatieh al-Fawqa.

Pejabat pertahanan sipil mengatakan jumlah korban tersebut masih bersifat sementara karena operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di lokasi yang terdampak.

Serangan lainnya di Deir al-Zahrani, sebelah utara Nabatieh, menewaskan empat orang dan melukai sejumlah lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon dan media-media lokal.

Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur Hizbullah di wilayah Nabatieh dan Ansar, yang berjarak sekitar 15 kilometer satu sama lain.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam serangan Israel yang menewaskan satu keluarga di Ansar tersebut serta “pelanggaran berulang” terhadap apa yang disebutnya sebagai kerangka kesepakatan. Menurut Aoun, serangan itu mengirimkan “pesan yang jelas” kepada perundingan yang dipimpin Amerika Serikat.

“Israel harus menghentikan eskalasi ini,” kata Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam. “Keamanan rakyat kami dan hak mereka untuk hidup di tanah mereka bukanlah sesuatu yang dapat dinegosiasikan atau dipertukarkan.”

Serangan terbaru tersebut terjadi di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel terhadap kesepakatan rapuh yang telah berlaku sejak 17 April 2026, serta meskipun terdapat nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri permusuhan di seluruh front, termasuk Lebanon.

Meskipun Beirut dan Tel Aviv telah menandatangani apa yang disebut sebagai kerangka kesepakatan pada 26 Juni di bawah mediasi Amerika Serikat, militer Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon. Serangan yang dimulai pada 2 Maret tersebut telah menewaskan 4.335 orang dan melukai 12.277 lainnya.

Israel juga masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan. Sebagian wilayah telah berada di bawah pendudukan selama puluhan tahun, sementara wilayah lainnya diduduki sejak perang 2023–2024. Dalam serangan terbaru, pasukan Israel dilaporkan telah menembus hingga lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *