Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan pemberitaan internasional , militer pendudukan Israel terus melanjutkan operasi militernya yang luas di berbagai kawasan Tepi Barat, khususnya di bagian utara wilayah tersebut. Sumber-sumber Palestina menyatakan bahwa Ramallah kini berada dalam kepungan pasukan Zionis Israel.
Baca juga: 341 Aksi Perlawanan di Tepi Barat dan Al-Quds yang Diduduki Selama Bulan November
Ramallah dalam Kepungan Total Pasukan Zionis
Sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa sejak Selasa pagi, setelah terjadinya operasi perlawanan di wilayah utara Ramallah, pasukan pendudukan memperketat blokade militer mereka terhadap kota ini. Pos-pos pemeriksaan serta jalan-jalan di bagian utara dan barat ditutup, membuat ribuan warga Palestina terjebak di pos-pos pemeriksaan Israel yang menghubungkan Ramallah dengan desa-desa di sekitarnya.
Seorang reporter Al Jazeera melaporkan bahwa tentara Israel menembakkan gas air mata dan granat ke arah warga, dan mencegah mereka mendekati pos-pos pemeriksaan tersebut.
Di Yerusalem yang diduduki, para pejabat Palestina juga melaporkan bahwa dua pemuda Palestina terluka oleh tembakan pasukan Israel di dekat tembok pemisah di bagian utara kota.
Serangan Udara Israel ke Nablus dan Tubas dengan Helikopter Apache
Di kota Nablus, di utara Tepi Barat, serta di kota Tubas dan Qabatiya, helikopter Apache Israel terlihat terbang dan menyerang sejumlah lokasi. Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa suara tembakan helikopter terdengar beberapa kali pada malam hari.
Serangan Besar-besaran Israel ke Qabatiya dan Tulkarem
Di kota Qabatiya, selatan Jenin, sumber-sumber Palestina yang mengutip laporan lokal menyebutkan bahwa helikopter Apache menembakkan persenjataan berat ke wilayah Jabal al-Zakarneh. Pasukan pendudukan juga memberlakukan jam malam total di Qabatiya sejak tadi malam hingga waktu yang belum ditentukan.
Israel juga menghancurkan sebuah bangunan di dalam kamp Jenin, dan menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari operasi militer besar yang telah berlangsung lebih dari satu pekan di Tepi Barat.
Sumber-sumber lokal di Qabatiya melaporkan bahwa pasukan pendudukan mengubah rumah-rumah warga Palestina menjadi barak-barak militer, dan penduduk dilarang kembali ke rumah mereka hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Di saat yang sama, dengan meningkatnya konfrontasi militer di berbagai wilayah Tepi Barat—termasuk provinsi Hebron, Ramallah, Nablus, dan Tubas—militer Israel mengirimkan tambahan pasukan dalam jumlah besar ke kota Qabatiya dan menutup seluruh akses masuknya.
Baca juga: Netanyahu Hadir di Pengadilan Setelah Mengajukan Permohonan Pengampunan Dalam Kasus Korupsi
Lebih dari 32 Ribu Warga Palestina Mengungsi
Sumber-sumber Palestina di utara Tepi Barat melaporkan bahwa sejak serangan besar-besaran Israel terhadap kamp Jenin, Nur Shams, dan Tulkarem yang dimulai 21 Januari lalu, lebih dari 32.000 warga Palestina telah mengungsi.
Di kota Tulkarem dan kamp-kamp di sekitarnya, sumber-sumber Palestina menyatakan bahwa pasukan Israel kembali melanjutkan agresi mereka untuk hari ke-310 berturut-turut, termasuk penggerebekan intensif, penangkapan, penghancuran bangunan, dan serangan dari para pemukim Israel.
Menurut laporan tersebut, lebih dari 5.000 keluarga telah mengungsi dari kamp-kamp di Tulkarem, lebih dari 1.440 rumah hancur total, dan 2.573 rumah lainnya mengalami kerusakan berat.


