Netanyahu Hadir di Pengadilan Setelah Mengajukan Permohonan Pengampunan Dalam Kasus Korupsi

permohonan Pengampunan

Al-Quds, Purna Warta – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, hadir di pengadilan untuk pertama kalinya sejak ia mengajukan permohonan pengampunan presiden terkait kasus korupsi yang masih berlangsung.

Baca juga: Italia Akan Mendeportasi Seorang Ulama Mesir Karena Pernyataannya yang Mendukung Palestina

Menurut Channel 12 Israel, sidang pada Senin dimulai tanpa para hakim membahas permohonan pengampunan tersebut.

Netanyahu juga meminta pengadilan membatalkan kehadirannya yang dijadwalkan pada Selasa dengan alasan ia memiliki “agenda diplomatik dan keamanan.” Para hakim mengatakan mereka akan mempertimbangkan permintaan itu.

Netanyahu berulang kali mencoba memperpendek atau membatalkan jadwal sidang, dengan alasan bahwa sidang-sidang itu mengganggu penanganannya terhadap perang dua tahun Israel di Jalur Gaza.

Di luar gedung pengadilan Tel Aviv, para demonstran berkumpul—sebagian mengenakan jumpsuit oranye mirip tahanan—menuntut agar Netanyahu dipenjara.
Mereka mengecam langkah Netanyahu yang meminta pengampunan tanpa mengakui kesalahan atau mempertanggungjawabkan tindakannya.

Baca juga: Hamas Kecam Pembatasan Israel Terhadap Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Dalam sebuah surat yang dirilis pada Minggu, tim kuasa hukum Netanyahu menyampaikan kepada Presiden Isaac Herzog bahwa frekuensi sidang menghambat kemampuan Netanyahu untuk memerintah, dan mengklaim bahwa pemberian pengampunan akan menguntungkan negara.

Permintaan tersebut memicu perpecahan tajam dalam opini publik, dengan banyak pihak menilai Netanyahu tidak layak menerima pengampunan kecuali ia mengakui kesalahannya dan mundur dari dunia politik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *