Gaza, Purna Warta – Warga Palestina menggelar pemakaman untuk lima jurnalis Al Jazeera yang dibunuh oleh rezim Israel di Gaza, sementara para pengunjuk rasa berunjuk rasa di seluruh dunia, termasuk London, Berlin, Tunis, dan Ramallah, untuk mengecam serangan yang ditargetkan tersebut.
Baca juga: Liga Arab: Pernyataan Netanyahu tentang ‘Israel Raya’ Mengungkap Niat Ekspansionis dan Agresif
Uni Eropa, Tiongkok, dan sekutu dekat Israel, Jerman, telah mengutuk pembunuhan tersebut, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan serangan itu sebagai “pelanggaran berat hukum humaniter internasional”.
Di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, ratusan warga Palestina berjalan di jalan-jalan kota, mengibarkan bendera Palestina dan mengangkat foto-foto staf Al Jazeera yang terbunuh.
Di Tunis, ibu kota Tunisia, ratusan lainnya turun ke jalan untuk menuntut pertanggungjawaban atas serangan Israel.
Demonstrasi dan peringatan digelar di Berlin, ibu kota Jerman, serta di Den Haag, Belanda. Protes juga digelar di Washington, D.C., dan London, serta di ibu kota Norwegia, Oslo, dan ibu kota Swedia, Stockholm.
Baca juga: Pola Harian Penyiksaan oleh Israel di Lokasi GHF Terungkap
Para demonstran yang berkumpul di luar sebuah gedung di Washington, D.C., yang merupakan kantor pusat berbagai organisasi media, termasuk NBC, Fox News, ITN, dan The Guardian, mengatakan bahwa liputan mereka tentang genosida di Gaza telah memberi Israel ruang untuk membunuh begitu banyak warga Palestina dan, khususnya, begitu banyak jurnalis.
Perang rezim Zionis di Gaza telah menewaskan sedikitnya 61.499 orang dan melukai 153.575 orang sejak Oktober 2023.


