Pria Palestina Ditembak Mati oleh Pasukan Israel di Gaza Selatan Dalam Pelanggaran Gencatan Senjata Lainnya

shot dad

Al-Quds, Purna Warta – Sumber medis mengatakan bahwa pasukan Israel telah menembak mati seorang pria Palestina di bagian selatan Jalur Gaza, menandai pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata rapuh antara rezim Tel Aviv dan Hamas yang mulai berlaku enam minggu lalu.

Baca juga: PBB: Agresi Israel Dorong Ekonomi Palestina Menuju Keruntuhan Terdalam Dalam Sejarah

Kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan bahwa korban meninggal pada hari Selasa ketika sebuah drone Israel menyerang kota Bani Suheila, di sebelah timur Kota Khan Yunis di Gaza selatan, di sebuah area yang berada di luar “garis kuning.”

Apa yang disebut sebagai garis kuning adalah batas demarkasi sementara di dalam Jalur Gaza yang disetujui pasukan Israel untuk ditarik kembali sebagai bagian dari fase pertama kesepakatan gencatan senjata. Area di luar garis tersebut berada di bawah kendali militer Israel.

Sumber rumah sakit mengatakan jenazah pria Palestina itu kemudian dipindahkan ke Kompleks Medis Nasser.

Menurut laporan, militer Israel terus melakukan penembakan artileri, serangan udara, serta tembakan dari tank dan helikopter tempur di Jalur Gaza selatan.

Pada Senin malam, pasukan pendudukan Israel menembak dan melukai sejumlah warga Palestina di seluruh Jalur Gaza.

Sumber medis mengatakan pasukan tersebut melepaskan tembakan di sekitar Jalan Mushtaha di lingkungan timur Kota Gaza, Shuja’iyya, sehingga melukai seorang pemuda.

Sementara itu, artileri Israel menembaki sekitar Alun-Alun Beit Lahia di bagian utara Jalur Gaza, menyebabkan korban jiwa, termasuk beberapa orang yang mengalami luka serius.

Perkembangan tersebut terjadi ketika pasukan Israel meledakkan sejumlah bangunan tempat tinggal di sebelah timur Kota Khan Yunis di Gaza selatan.

Baca juga: Survei: Lebih dari Seperempat Warga Israel Mempertimbangkan Meninggalkan Wilayah Pendudukan

Pada pagi hari, tentara Israel telah membunuh empat warga Palestina di Kota Gaza dan Khan Yunis. Pejabat medis mengatakan para korban ditembak dalam serangan oleh pasukan pendudukan.

Sementara itu, tim penyelamat mengevakuasi jenazah 14 warga Palestina dari bawah reruntuhan sebuah rumah yang dibom di Kamp Pengungsi Maghazi di Jalur Gaza tengah.

Israel telah membunuh hampir 70.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak melancarkan perang genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *