Al-Quds, Purna Warta – Para pemukim Israel memukuli seorang pria Palestina secara brutal dalam serangan mereka terhadap desa Beitillu di Tepi Barat.
Mahmoud Abu Radwan diserang pada Sabtu malam dan dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Ishraqati di Ramallah.
Ia mengalami memar parah serta luka dalam di bagian kepala, dada, dan perut sehingga membutuhkan perawatan medis segera.
Korban difoto berada di dalam ambulans saat dibawa untuk mendapatkan perawatan medis setelah mengalami serangan brutal tersebut.
Rekaman yang dibagikan oleh organisasi kemanusiaan Occupation in the Eye memperlihatkan para pemukim bersenjata yang membawa tongkat meninggalkan lokasi.
Pada Maret 2026, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa jumlah warga Palestina yang terluka dalam serangan pemukim di Tepi Barat yang diduduki telah mencapai tingkat tertinggi dalam 20 tahun.
Menurut OCHA, setidaknya 82 warga Palestina, termasuk 19 anak-anak, telah tewas dan sekitar 1.900 lainnya terluka akibat serangan pasukan Israel atau para pemukim di Tepi Barat yang diduduki sejak awal 2026.
Sebanyak 15 warga Palestina terluka oleh pasukan Israel dan 16 lainnya oleh para pemukim antara 2 dan 8 September 2026.
Pasukan Israel membunuh tiga warga Palestina dalam insiden terpisah di Hajja, Qabalan, dan Aqraba pada 7–8 September. Sementara itu, seorang pria Palestina tewas di dekat Gerbang Damaskus di al-Quds Timur pada 4 September, dan dua anak Palestina tewas di al-Mughayyir pada 2 September.
“Tepi Barat berada di ambang kehancuran,” ujar Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Asia Barat, Ramiz Alakbarov, pada Agustus. Ia menegaskan bahwa “kekerasan pemukim telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Sejak 7 Oktober 2023, ketika rezim Israel memulai serangan genosida terhadap Gaza, pasukan Israel dan para pemukim telah menewaskan sedikitnya 1.147 warga Palestina dan melukai 11.885 lainnya di Tepi Barat yang diduduki. Sementara itu, lebih dari 21.308 warga Palestina telah diculik, menurut data pemantauan yang bersumber dari PBB dan Palestina.


