Al-Quds, Purna Warta – Serangkaian serangan dan aksi agresi yang dilakukan pasukan pendudukan serta para pemukim Israel terhadap Tepi Barat yang diduduki terus berlanjut pada Jumat, menyebabkan sejumlah warga Palestina terluka dan harta benda mereka mengalami kerusakan.
Menurut laporan Al Jazeera, pasukan pendudukan Israel dalam serangan mereka ke Tepi Barat Sungai Yordan mengeluarkan perintah pengosongan terhadap dua rumah dan menangkap tiga warga Palestina.
Di Yerusalem yang diduduki, puluhan pemukim Israel, dengan dukungan polisi pendudukan Israel, menyerang kompleks pemakaman Bab al-Rahmah, yang terletak di dekat tembok timur Masjid Al-Aqsa. Menjelang apa yang disebut sebagai “Tahun Baru Ibrani”, mereka meniup terompet dan menggelar ritual Talmud di dekat makam-makam kaum Muslim.
Para pemukim Israel juga menyerang sebuah sumur air milik warga Bi’r al-Maskub di sebelah timur Yerusalem yang diduduki.
Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa seorang warga terluka akibat tembakan pasukan pendudukan di kota Al-Bireh. Tentara pendudukan juga menembaki sebuah kendaraan milik warga Palestina di kota tersebut hingga menyebabkan kendaraan itu terguling.
Dua warga Palestina mengalami patah tulang dan cedera dalam serangan para pemukim di jalan antara Ramallah dan Jerikho. Para pemukim juga menembaki warga Palestina yang berada di sebuah lahan pertanian di sebelah timur Al-Mughayyir, ketika mereka berusaha menyerang sebuah peternakan unggas di desa tersebut.
Di kawasan air terjun Al-Auja, sebelah utara Jerikho, tim-tim pertolongan Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa mereka menemukan dua orang yang mengalami luka akibat dipukuli oleh para pemukim.
Di Provinsi Jenin, para pemukim mengibarkan bendera rezim Israel di atas sebuah rumah dua lantai yang sedang dibangun di sebelah barat desa Deir Abu Da’if. Rumah tersebut milik seorang warga Palestina yang sekitar empat hari sebelumnya telah menerima pemberitahuan pembongkaran.
Hatem Ruwajbeh, anggota dewan desa Deir Abu Da’if, mengatakan kepada kantor berita Palestina WAFA bahwa rumah tersebut terletak di sebuah gunung yang berhadapan dengan permukiman Janim. Ia menambahkan bahwa sekitar 14 rumah lainnya di kawasan tersebut juga telah menerima perintah penghentian pembangunan.
Di desa Beita, sebelah selatan Nablus, para pemukim Israel, dengan dukungan tentara pendudukan, menyerang rumah-rumah warga Palestina di wilayah Al-Dhahirah dan Sahl Al-Harah Al-Tahta, serta mencuri sejumlah ekor domba.
Organisasi hak asasi manusia Al-Baidar melaporkan bahwa sekelompok pemukim memasuki sebuah rumah di kawasan Al-Sahl di desa Beita dan menyerang seorang warga Palestina beserta anak-anaknya hingga menyebabkan mereka mengalami luka-luka.
Pasukan pendudukan juga memerintahkan pengosongan dua rumah di bagian barat Beita yang masing-masing milik Basel Ibrahim Abdul Karim Dawoud dan Zakaria Dawoud, serta memberikan batas waktu 72 jam kepada mereka.
Sumber-sumber lokal Palestina melaporkan bahwa pasukan pendudukan dalam serangan ke kamp Al-Arroub, sebelah utara Hebron, menangkap enam warga Palestina dan melakukan tindakan perusakan di dalam rumah mereka.
Pasukan pendudukan juga menyerbu sebuah rumah milik seorang warga Palestina dan keponakannya di desa Baqah al-Sharqiyah, sebelah utara Tulkarm, lalu menangkap keduanya. Selain itu, seorang pemuda lainnya ditangkap setelah pasukan menyerbu sebuah toko di Jalan Al-Muqata’ah di bagian timur kota tersebut.
Dalam perkembangan terkait, Klub Tahanan Palestina pada Kamis menyatakan bahwa tentara rezim Israel selama sepekan terakhir telah menangkap lebih dari 100 warga Palestina dari berbagai provinsi di Tepi Barat, termasuk anak-anak, perempuan, tahanan yang telah dibebaskan, dan wartawan.
Lembaga tersebut menegaskan bahwa penangkapan-penangkapan itu disertai berbagai pelanggaran hak asasi manusia, termasuk “eksekusi di lapangan”, interogasi di tempat, pemukulan, penyiksaan, serta ancaman terhadap para tahanan dan keluarga mereka.


