Al-Quds, Purna Warta – Seorang prajurit Israel dilaporkan telah mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri di sebuah pangkalan militer di wilayah utara daerah pendudukan Israel, sehingga jumlah total tentara yang meninggal akibat bunuh diri sejak dimulainya perang genosida di Jalur Gaza meningkat menjadi 61 orang.
Baca juga: Kelompok Peretas Pro-Palestina Bobol Ponsel Mantan PM Israel Bennett
Surat kabar berbahasa Ibrani Haaretz melaporkan pada Selasa bahwa prajurit tersebut, yang bertugas sebagai pelacak dalam dinas militer reguler, menembak dirinya sendiri di dalam pangkalan. Ia mengalami luka kritis dan kemudian dinyatakan meninggal dunia pada malam hari.
Tak lama sebelumnya, militer Israel mengumumkan bahwa seorang prajurit mengalami luka parah akibat tembakan di sebuah pangkalan militer dan telah dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia akibat luka-lukanya.
Pihak militer juga menyatakan bahwa polisi militer telah meluncurkan penyelidikan terkait insiden tersebut.
Perkembangan ini terjadi setelah seorang perwira cadangan dari Brigade Givati bunuh diri pada 4 Desember akibat tekanan psikologis berat yang berkaitan dengan keterlibatannya dalam perang di Gaza.
Surat kabar Israel Hayom melaporkan saat itu bahwa seorang perwira cadangan Israel berusia 28 tahun mengakhiri hidupnya, yang diduga kuat sebagai akibat dari gangguan stres pascatrauma (PTSD), yang kemungkinan diperparah oleh operasi darat di Jalur Gaza.
Menurut laporan tersebut, sesaat sebelum kejadian, perwira itu mengungkapkan bahwa ia merasa tidak mampu lagi melanjutkan hidup, menggambarkan perasaan kehancuran dan kehilangan. Namun, tidak ada rincian tambahan yang diberikan mengenai kondisi seputar kematiannya.
Pada 8 Desember, Kementerian Urusan Militer Israel menyatakan telah memberikan perawatan medis kepada hampir 22.000 tentara yang terluka sejak Oktober 2023.
Sekitar 58 persen dari mereka yang menjalani perawatan di pusat rehabilitasi mengalami gangguan kesehatan mental, menurut kementerian tersebut.
Sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh sedikitnya 70.667 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 171.151 orang lainnya di Jalur Gaza.


