Kelompok Peretas Pro-Palestina Bobol Ponsel Mantan PM Israel Bennett

Bennet

Al-Quds, Purna Warta – Kelompok peretas pro-Palestina Handala mengklaim telah berhasil membobol perangkat telepon seluler pribadi milik mantan perdana menteri Israel, Naftali Bennett, dan mengakses dokumen sensitif serta komunikasi pribadinya.

Baca juga: “Aksi Israel, Bukan Iran, yang Memicu Anti-Semitisme”: Warganet Bereaksi atas Serangan pada Hari Raya Yahudi di Sydney

Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu, kelompok Handala—yang namanya diambil dari simbol penolakan Palestina terhadap keberadaan rezim Zionis—menyatakan bahwa mereka berhasil memperoleh akses jarak jauh ke ponsel Bennett dan meretas perangkat iPhone 13 miliknya.

Aksi peretasan digital tersebut diberi nama “Operasi Octopus”, yang tampaknya merujuk pada pernyataan Bennett di masa lalu yang menyebut Iran sebagai “kepala gurita” dan dalang koalisi anti-Israel di Asia Barat.

“Kau pernah membanggakan diri sebagai salah satu tokoh terdepan di bidang keamanan siber dan mempertontonkan keahlianmu kepada dunia,” ujar Handala dalam pernyataannya, mengejek karier Bennett sebelumnya sebagai eksekutif perusahaan keamanan siber.

“Namun ironisnya, iPhone 13 milikmu begitu mudah jatuh ke tangan Handala,” tambah kelompok tersebut.

“Terlepas dari segala kebanggaan dan kesombonganmu, benteng digitalmu tidak lebih dari dinding kertas yang menunggu untuk dihancurkan.”

Bersamaan dengan pernyataan itu, kelompok Handala juga memublikasikan serangkaian berkas yang diklaim diekstraksi dari ponsel tersebut, termasuk daftar kontak yang memuat nama-nama pejabat tinggi Israel, komunikasi internal, dokumen sensitif, serta foto-foto pribadi.

Di antara dokumen yang bocor terdapat draf memo dan surat, beberapa di antaranya bertanggal Juli 2025. Selain itu, turut dirilis komunikasi politik, termasuk kritik internal terhadap apa yang disebut sebagai menteri keamanan, Itamar Ben-Gvir.

Kebocoran tersebut juga mencakup dokumen yang menyebut nama sejumlah pejabat tinggi Israel, termasuk menteri sayap kanan urusan permukiman dan misi nasional Orit Strock, serta menteri luar negeri Gideon Sa’ar.

Baca juga: Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel yang “Berbahaya” untuk Membangun 9.000 Rumah Permukiman di Tepi Barat

Dalam pernyataannya, Handala menegaskan bahwa peretasan ini tidak hanya merupakan pencapaian teknologi, tetapi juga bagian dari perang psikologis, seraya menggambarkan sistem keamanan informasi para pejabat senior Israel sebagai “rapuh.”

Kelompok tersebut juga menyerukan kepada para jurnalis untuk menghubungi mereka melalui platform media sosial X guna memperoleh materi tambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *