PM Qatar: Benjamin Netanyahu Harus “Diadili”

Qtar2

Doha, Purna Warta – Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, yang pemerintahannya selama ini menjadi mediator dalam negosiasi pertukaran sandera antara rezim Israel dan Gerakan Perlawanan Palestina Hamas, mengecam serangan terbaru Israel terhadap Doha sebagai bentuk “terorisme negara.” PM Qatar itu menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus “dibawa ke pengadilan.”

Pada Rabu, Netanyahu menuduh Qatar membantu dan melindungi “teroris” dengan mengatakan: “Saya katakan kepada Qatar dan semua negara yang menampung teroris, kalian harus mengusir mereka atau menyeret mereka ke pengadilan — jika tidak, kami yang akan melakukannya.”

Menanggapi hal itu dalam sebuah wawancara di hari yang sama, Al-Thani menegaskan: “Kami tidak menerima ancaman semacam ini dari orang seperti Netanyahu… justru dialah yang harus diadili, karena ia yang menjadi buronan ICC (Mahkamah Pidana Internasional).”

Ia menekankan bahwa keberadaan para pemimpin Palestina di Doha untuk membahas kesepakatan “sudah sangat diketahui oleh pihak Israel dan Amerika Serikat,” bahkan Israel dan AS selama bertahun-tahun telah menggunakan Qatar sebagai saluran komunikasi untuk urusan Gaza.

Menurut Al-Thani, serangan Israel terhadap kedaulatan Qatar merupakan pelanggaran “standar minimal adab dan etika.” Ia juga menyebut Washington memberi tahu Qatar tentang serangan itu “terlalu terlambat.”

Al-Thani menambahkan bahwa agresi tersebut telah “membunuh harapan” bagi para sandera yang masih ditahan di Gaza. “Pagi hari sebelum serangan itu, saya bertemu dengan salah satu keluarga sandera. Mereka hanya menggantungkan harapan pada mediasi gencatan senjata ini. Tidak ada harapan lain bagi mereka,” ujarnya.

Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengeluarkan pernyataan yang mengecam pernyataan Netanyahu, menyebutnya sebagai “upaya memalukan … untuk membenarkan serangan pengecut yang menargetkan wilayah Qatar, serta ancaman eksplisit akan pelanggaran kedaulatan negara di masa depan.”

“Netanyahu sepenuhnya tahu bahwa kantor Hamas dibuka di Doha dalam kerangka mediasi yang diminta oleh Amerika Serikat dan Israel sendiri,” lanjut pernyataan tersebut.

Qatar selama ini menjadi mediator utama dalam negosiasi antara Hamas dan Israel.

Namun, Netanyahu kembali mengancam akan mencoba membunuh para pemimpin Hamas di Qatar jika Doha “tidak mengusir” pejabat kelompok tersebut.

Hamas membenarkan bahwa para negosiator seniornya selamat dari serangan itu, tetapi lima anggota kelompok tersebut gugur, termasuk Jihad Labad (direktur kantor pejabat senior Hamas Khalil al-Hayya), Hammam al-Hayya (putra Khalil al-Hayya), Abdullah Abdul Wahid, Moumen Hassouna, dan Ahmed al-Mamlouk — yang semuanya adalah rekan dari delegasi tersebut.

Seorang petugas keamanan Qatar, Badr Saad Muhammad Al-Humaidi, juga gugur akibat serangan Israel pada Senin.

Dalam kurun waktu hanya tiga hari, Israel telah melancarkan serangan ke Gaza, Lebanon, Yaman, Suriah, Tunisia, dan Qatar, sekaligus terus melakukan penggerebekan harian di Tepi Barat yang diduduki.

Serangan ke Doha ini membuat para pemimpin regional bereaksi dengan menyatakan solidaritas kepada Qatar.

“Harus ada respons kolektif dari kawasan,” kata Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Ia mengonfirmasi bahwa sebuah KTT Arab-Islam akan segera digelar di Doha dalam beberapa hari mendatang untuk menentukan langkah selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *