Al-Quds, Purna Warta – Seorang penulis Israel memperingatkan bahwa berbagai krisis eksistensial yang dihadapi Tel Aviv dapat menyebabkan negara tersebut mengalami keruntuhan sebelum tahun 2048.
Baca juga: Irak Peringatkan Kemungkinan Harga Minyak Menembus 100 Dolar per Barel
Penulis Israel Dan Perry memperingatkan mengenai ancaman eksistensial, erosi internal, serta kemungkinan runtuhnya Israel sebelum tahun 2048 dalam sebuah artikel yang diterbitkan surat kabar berbahasa Ibrani Maariv. Dan Perry sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala biro Associated Press di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah serta menulis sejumlah buku mengenai Israel.
Dalam salah satu bagian artikelnya, Perry menulis bahwa jika Perdana Menteri Israel saat ini, Benjamin Netanyahu, memenangkan pemilu mendatang, Israel akan bergerak menuju sebuah bencana yang, menurutnya, sulit untuk menggambarkan tingkat bahayanya.
Perry menegaskan bahwa “situasinya lebih berbahaya daripada yang dipahami banyak orang.” Ia menambahkan bahwa pendudukan dan berbagai perang mendorong Israel menuju isolasi, isolasi tersebut berdampak buruk terhadap perekonomian dan keamanan, sementara berbagai penyimpangan politik dan keuangan di dalam negeri semakin melemahkan Israel.
Untuk menghadapi dan mengelola sementara berbagai krisis yang terjadi di wilayah yang diduduki, Perry mengajukan 12 usulan, yaitu:
- Membentuk komite penyelidikan untuk mengkaji secara menyeluruh tragedi 7 Oktober tanpa mempertimbangkan kepentingan atau tekanan apa pun.
- Menyetujui rencana Donald Trump untuk Gaza.
- Mengakhiri apa yang disebutnya sebagai terorisme Yahudi di Tepi Barat dan menghentikan perluasan permukiman di luar pagar keamanan.
- Membangun kembali strategi regional serta memberikan kesempatan baru kepada Lebanon dan Suriah.
- Dalam menghadapi Iran, menggantikan perang atrisi yang sia-sia dengan strategi jangka panjang, sembari memperkuat kerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.
- Memperkuat hubungan dengan Mesir dan Yordania.
- Memperbaiki hubungan dengan negara-negara Arab.
- Menetapkan keadaan darurat dalam strategi pendidikan.
- Melakukan perubahan menyeluruh terhadap sistem insentif, termasuk menghapus secara bertahap tunjangan anak mulai dari anak keempat dan seterusnya.
- Menerapkan wajib militer secara universal, dengan memastikan bahwa mereka yang belajar di sekolah-sekolah Talmud tidak dibebaskan dari kewajiban militer apabila memenuhi syarat. Menurutnya, undang-undang mengenai wajib militer bagi seluruh warga harus disahkan dan diterapkan secara bertahap serta hati-hati.
- Mengubah Negev dan Galilea menjadi proyek-proyek nasional baru serta melakukan perubahan mendasar terhadap prioritas ekonomi.
- Melarang terdakwa perkara pidana menduduki jabatan perdana menteri. Menurut Perry, undang-undang dasar harus diubah sehingga seseorang yang, seperti Benjamin Netanyahu, menghadapi tuduhan serius terkait korupsi finansial tidak dapat menjabat sebagai perdana menteri.
Penulis tersebut menyatakan bahwa apabila langkah-langkah tersebut tidak dilakukan, kecil kemungkinan Israel dapat bertahan hingga peringatan 100 tahun berdirinya pada 2048.


