‘Taktik Promosi Penjahat Perang’: Adidas Didesak untuk Diboikot karena Kampanye yang Menampilkan Tentara Israel

Adidas

Purna Warta – Seruan untuk memboikot Adidas semakin menguat setelah perusahaan pakaian olahraga tersebut menampilkan seorang tentara Israel dalam kampanye globalnya.

Baca juga: BRICS Harus Mengakhiri Kebisuannya dan Menentang Agresi Militer Ilegal Washington terhadap Iran

Kampanye tersebut menuai kritik dari organisasi dan aktivis pro-Palestina karena keterlibatan tentara tersebut, Shaliv Biton, dalam aksi kekerasan rezim Israel di Gaza.

Kampanye itu telah diluncurkan di berbagai gerai Adidas, termasuk gerai-gerainya di wilayah pendudukan.

Biton turut ambil bagian dalam serangan Israel di Gaza pada 2021 yang menewaskan lebih dari 200 warga Palestina dan menghancurkan banyak bangunan.

Para pengkritik mengingatkan kembali latar belakang militer Biton serta aktivitasnya di media sosial. Ia pernah membagikan foto dan video dirinya bersama pasukan Israel lainnya di Gaza, termasuk rekaman para tentara bernyanyi dan menari. Profilnya juga memuat foto dirinya membawa senjata.

Jurnalis olahraga Leyla Hamed mengkritik pilihan Adidas terhadap Biton sebagai perwakilan kampanye. Menurutnya, perusahaan tersebut memilih mengeksploitasi fakta bahwa Biton kehilangan satu kakinya, padahal seharusnya mempertimbangkan konteks yang lebih luas mengenai hilangnya anggota tubuh akibat perang di Gaza.

“Gaza memiliki tingkat amputasi pada anak-anak per kapita tertinggi di dunia. Diperkirakan lebih dari 5.000 amputasi anggota tubuh akibat trauma telah terjadi sejak Oktober 2023 sebagai akibat serangan Israel yang dilakukan oleh tentara seperti orang yang dipilih Adidas untuk menjadi model mereka,” tulisnya di X.

Komentator politik dan aktivis yang berbasis di Amerika Serikat, Guy Christensen, juga mengecam kampanye tersebut. Ia menulis, “Benar-benar menjijikkan ketika Anda tahu ada anak-anak di Gaza yang mungkin tidak akan pernah bisa berjalan lagi.” Ia kemudian menyerukan boikot terhadap Adidas.

Aktivis lainnya mengecam perusahaan tersebut karena mengaitkan diri dengan militer Israel.

“Adidas, merek pakaian olahraga asal Jerman, menggunakan penjahat perang Zionis dari tentara ‘Israel’ yang kehilangan satu kaki saat menginvasi Gaza untuk mempromosikan sepatu mereka yang dirancang untuk satu kaki. Lebih dari 4.000 anak Palestina telah kehilangan anggota tubuh akibat bom ‘Israel’, tetapi Adidas dan perusahaan multinasional lain yang menghasilkan jutaan dolar mengabaikan mereka,” tulis aktivis tersebut di X.

Para pengkritik lainnya juga mengecam Adidas karena dianggap mengaitkan dirinya dengan genosida dan apartheid.

Baca juga: Tentara Israel yang Memperkosa Tahanan Palestina Secara Berkelompok Mengajukan Gugatan Senilai $6 Juta

Awal tahun ini, organisasi nonpemerintah Humanity & Inclusion melaporkan bahwa antara 70 hingga 80 persen pasien yang dirawat di 12 rumah sakit yang masih berfungsi sebagian di Gaza telah kehilangan anggota tubuh atau mengalami cedera pada sumsum tulang belakang.

UNICEF memperkirakan pada Januari 2024 bahwa sekitar 1.000 anak di Gaza telah kehilangan satu atau kedua kaki. Pada saat itu, angka tersebut setara dengan sekitar 10 anak yang kehilangan anggota tubuh setiap hari selama pemboman Israel. Jumlah tersebut diyakini telah meningkat sejak saat itu.

Kekurangan pasokan medis dan blokade Gaza yang terus berlangsung juga semakin mempersulit penanganan serta rehabilitasi para penyandang amputasi. Tenaga kesehatan bahkan terpaksa membuat prostesis secara mandiri sebagai alat bantu sementara bagi orang-orang yang kehilangan anggota tubuh, sembari menunggu akses terhadap perangkat prostetik yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *