Sanaa, Purna Warta – Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman menegaskan bahwa Arab Saudi, dengan keterlibatan Amerika Serikat dan rezim Zionis, secara sengaja melakukan kejahatan terhadap rakyat Yaman.
Sayyid Abdul Malik Badruddin al-Houthi, pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, menyampaikan pernyataan dalam rangka memperingati 10 tahun kejahatan koalisi Saudi-Amerika di gedung Al-Salah Al-Kubra, Sana’a, pada 2016.
Ia mengatakan, “Rezim Saudi memperkenalkan dirinya sebagai pelayan Dua Kota Suci, tetapi pedang yang tertera pada benderanya hanya dihunuskan terhadap umat Islam.”
Menurut laporan kantor berita IRNA pada Kamis, yang mengutip jaringan televisi Al-Mayadeen, al-Houthi menegaskan bahwa kejahatan di gedung Al-Salah Al-Kubra yang dilakukan rezim Saudi di Sana’a menyebabkan sekitar seribu orang gugur dan terluka.
Ia menyatakan bahwa seluruh provinsi di Yaman telah menyaksikan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang yang dilakukan rezim Saudi. Menurutnya, Arab Saudi, dengan keterlibatan Amerika Serikat dan rezim Zionis, secara sengaja melakukan kejahatan terhadap rakyat Yaman.
Al-Houthi juga menyebut bahwa, bertentangan dengan citra yang berusaha ditampilkannya, rezim Saudi memiliki kebiasaan menumpahkan darah orang-orang yang tidak bersalah. Ia menyerukan agar seluruh bangsa Muslim memandang rezim tersebut sebagai pihak yang melakukan kejahatan.
Pemimpin Ansarullah itu menambahkan bahwa rezim Saudi berusaha mematahkan tekad rakyat Yaman dan memaksa mereka menyerah, tetapi upaya tersebut hanyalah angan-angan. Menurutnya, 12 tahun agresi menunjukkan bahwa setiap kali pihak Saudi semakin banyak menumpahkan darah rakyat Yaman, rakyat Yaman justru semakin bertekad menghadapi agresi tersebut. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang berdiri di pihak Arab Saudi turut bertanggung jawab atas dosa dan agresi tersebut.
Semakin Arab Saudi Bersikeras Melanjutkan Agresi dan Blokade, Semakin Besar Kerugiannya
Sayyid Abdul Malik al-Houthi menegaskan bahwa musuh-musuh mereka marah karena Yaman telah menegakkan kedaulatannya atas wilayahnya sendiri.
Ia menyatakan bahwa ancaman terhadap keamanan pelayaran internasional justru muncul akibat tindakan Arab Saudi yang mengubah kawasan Bab al-Mandab menjadi zona perang.
“Posisi kami kuat, dan kami melancarkan pukulan-pukulan paling keras terhadap pasukan Saudi. Semakin Arab Saudi bersikeras melanjutkan agresi dan blokade, semakin besar kerugiannya. Arab Saudi akan mengalami kerugian dalam ekspor minyaknya, sementara fasilitas minyak dan pangkalan militernya akan menjadi sasaran,” tegasnya.
Pemimpin Ansarullah itu selanjutnya kembali menyerukan kepada rakyat Yaman agar berpartisipasi dalam demonstrasi besar-besaran pada Jumat di Sana’a dan seluruh provinsi. Ia meminta mereka menegaskan kembali sikap teguh dalam menghadapi agresi dan blokade serta mengecam kejahatan Saudi.
Baca juga: Badai Al-Aqsa, Gempa yang Mengguncang Kawasan dan Melahirkan Narasi Baru
Ia juga menyatakan, “Kami siap, dengan pertolongan Allah, untuk mendukung rakyat Palestina pada setiap putaran eskalasi berikutnya yang dilakukan oleh musuh Israel, dengan pilihan dan sikap pada tingkat yang paling maksimal.”


