Beirut, Purna Warta – Anggota Fraksi “Kesetiaan kepada Perlawanan” di Parlemen Lebanon mengatakan bahwa dukungan terhadap Gaza serta ditunjukkannya kemampuan bangsa-bangsa, negara-negara, organisasi, dan partai politik untuk berdiri bersama kaum tertindas telah membantu menggagalkan konspirasi musuh.
Baca juga: Badai Al-Aqsa, Gempa yang Mengguncang Kawasan dan Melahirkan Narasi Baru
Tiga tahun telah berlalu sejak dibukanya front dukungan terhadap Gaza, sebuah front yang menjadikan Lebanon sebagai pihak pertama yang bergerak untuk mendukung rakyat Palestina dan perlawanan mereka. Sehari setelah Operasi “Badai Al-Aqsa”, roket pertama diluncurkan dari perbatasan Lebanon ke arah pasukan Zionis di wilayah Peternakan Shebaa. Konflik di front tersebut hingga kini masih terus berlangsung.
Namun, tujuan apa saja yang telah dicapai oleh front dukungan terhadap Gaza, dan apa saja pencapaian Hizbullah Lebanon dalam front tersebut?
Raed Brou, anggota Parlemen Lebanon sekaligus anggota Fraksi “Kesetiaan kepada Perlawanan”, dalam wawancara dengan program Dhaif wa Hiwar (Tamu dan Dialog) di jaringan televisi Al-Alam, membahas dukungan dari front Lebanon terhadap Gaza dan rakyat Palestina di wilayah tersebut.
Ia menegaskan bahwa front Gaza bukanlah front yang terbatas dan bukan pula sebuah pulau terpencil. Karena itu, dukungan terhadap Gaza juga bukanlah upaya individual, melainkan upaya kolektif.
Brou menyatakan bahwa dukungan terhadap Gaza telah menggoyahkan hegemoni Amerika Serikat dan mengubah konstelasi internasional. Ia menjelaskan bahwa dampak dan hasil dukungan terhadap Gaza beserta berbagai front yang mendukungnya harus dikaji secara menyeluruh dari berbagai aspek.
Brou menekankan bahwa dimensi moral dan kemanusiaan, disertai komitmen terhadap ketentuan yang tercantum dalam norma-norma internasional serta dokumen Liga Arab dan organisasi-organisasi Islam, merupakan salah satu aspek terpenting dalam dukungan terhadap Gaza.
Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis berupaya membuat dunia terlelap dalam ketidakpedulian terhadap situasi di Gaza agar mereka dapat memaksakan kehendak mereka kepada dunia.
Baca juga: Laporan Al-Alam tentang Serangan Rezim Zionis terhadap Pasukan UNIFIL di Lebanon
Brou menegaskan bahwa dukungan terhadap Gaza serta ditunjukkannya kemampuan bangsa-bangsa, negara-negara, organisasi, dan partai politik untuk berdiri bersama kaum tertindas telah membantu menggagalkan konspirasi musuh. Upaya tersebut juga mencegah sikap pasif dan kelambanan yang hendak dipaksakan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap kawasan maupun dunia.
Anggota Fraksi “Kesetiaan kepada Perlawanan” di Parlemen Lebanon itu menjelaskan bahwa salah satu indikator keberhasilan tersebut adalah perubahan sikap sejumlah negara, seperti Turki, Mesir, dan Pakistan, serta munculnya perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menguntungkan Gaza.
Menurutnya, perkembangan tersebut bahkan telah memicu perbedaan pandangan di tengah masyarakat Amerika Serikat sendiri mengenai Gaza.


