Pelapor Khusus PBB Desak Uni Eropa Bertindak terhadap Israel yang Disebut Menerapkan Sistem Apartheid

UN Report

New York, Purna Warta – Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki menyampaikan keprihatinan atas tindakan-tindakan “teror” yang dilakukan setiap hari terhadap warga Palestina. Ia mendesak Uni Eropa (UE) mengambil tindakan terhadap Israel yang disebutnya menerapkan sistem apartheid.

Francesca Albanese menyampaikan pernyataan tersebut di tengah meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

“Saya terkejut melihat kelambanan politik dalam menghadapi tindakan yang dilakukan oleh warga Israel—para pemukim dan tentara—di Palestina, tempat teror telah menjadi kenyataan sehari-hari,” tulis Albanese dalam unggahan di akun X miliknya, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, pada Senin.

“Di Tepi Barat, mereka membakar pepohonan yang telah berusia berabad-abad dan meracuni ternak,” tambahnya.

Albanese juga mempertanyakan, “Kapan Uni Eropa akan mengambil tindakan terhadap Israel yang menerapkan apartheid?”

Sekitar 750.000 pemukim Israel tinggal di 141 permukiman yang tidak memperoleh otorisasi dan 224 pos permukiman di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki. Jumlah tersebut mencakup sekitar 250.000 orang yang tinggal di al-Quds Timur yang diduduki.

Sejak Israel memulai perang genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023, Tepi Barat terus mengalami peningkatan operasi militer Israel dan serangan yang dilakukan oleh para pemukim. Situasi ini juga disertai dengan bertambahnya pos-pos permukiman ilegal, pembangunan jalan yang dikhususkan bagi para pemukim, serta pengetatan pembatasan terhadap pergerakan warga Palestina.

Berbagai serangan tersebut telah mengakibatkan ribuan warga Palestina tewas dan diculik.

Negara-negara Barat mendapat kecaman keras karena dinilai gagal mengambil tindakan terhadap genosida Israel di Gaza dan kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim di Tepi Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *