Pelapor Khusus PBB Albanese: Israel Melimpahkan Tindakan Pemaksaan kepada Pemukim di Tepi Barat yang Diduduki

West bank

Al-Quds, Purna Warta – Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, mengatakan bahwa Israel bertanggung jawab atas tindakan para pemukim dan pada praktiknya telah menyerahkan tindakan pemaksaan kepada mereka. Pernyataan tersebut disampaikan ketika para pemukim Israel telah mengepung tiga rumah di desa Qusra, Tepi Barat yang diduduki, selama sepekan, sehingga warga Palestina yang tinggal di dalamnya terjebak.

“Israel telah melimpahkan tindakan pemaksaan kepada para pemukim dan secara brutal mendorong pembersihan etnis Palestina melalui mereka. Seperti yang telah dikatakan para menteri Israel dua tahun lalu, setelah mereka selesai dengan Gaza, mereka akan beralih ke Tepi Barat,” ujarnya.

Albanese menyebut tindakan yang sedang berlangsung tersebut sebagai sesuatu yang “sangat memalukan” dan mengkritik masyarakat internasional karena membiarkannya terus berlangsung.

Serangan para pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat telah berlangsung selama bertahun-tahun dan meningkat secara signifikan sejak Israel melancarkan perang terhadap Jalur Gaza pada Oktober 2023.

PBB: Hampir 3.000 Serangan Pemukim di Tepi Barat sejak Awal 2025

Data resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa kelompok-kelompok pemukim bersenjata telah melakukan hampir 3.000 serangan sejak awal 2025. Serangan tersebut menyasar kota, desa, dan lahan pertanian Palestina di berbagai wilayah di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu, PBB memperingatkan adanya eskalasi berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam serangan yang dilakukan tentara pendudukan Israel dan para pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

PBB mengatakan warga Palestina menghadapi pembunuhan sistematis dan pengusiran paksa secara luas yang berdampak pada sejumlah besar komunitas permukiman maupun komunitas Badui.

Menurut PBB, serangkaian serangan tersebut telah menyebabkan ratusan warga Palestina mengalami luka serius serta menimbulkan kerusakan luas terhadap properti dan infrastruktur, termasuk pembakaran rumah dan masjid serta penghancuran jaringan air dan properti pribadi, dengan perlindungan dan dukungan langsung dari pasukan pendudukan Israel.

Pemukim Israel Dirikan Tenda untuk Pos Permukiman Ilegal Baru di Tepi Barat

Menurut kantor berita WAFA, para pemukim Israel mendirikan tenda di kawasan Wadi Zeytun dalam upaya mengambil alih tanah milik warga Palestina dan mendirikan pos permukiman baru.

Jika upaya tersebut berhasil, jumlah lokasi permukiman ilegal di kawasan itu akan bertambah menjadi enam, demikian dilaporkan kantor berita tersebut.

WAFA mengatakan langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya serangan para pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka.

Serangan pemukim di Tepi Barat yang diduduki semakin meningkat sejak Israel melancarkan perang terhadap Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Sekitar 750.000 pemukim Israel saat ini tinggal di 156 permukiman ilegal dan 360 pos permukiman ilegal di Tepi Barat dan al-Quds Timur yang diduduki.

PBB menganggap permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki ilegal berdasarkan hukum internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *