New York, Purna Warta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa krisis BBM di Jalur Gaza telah mencapai “tingkat kritis,” mendorong penduduk wilayah terkepung itu semakin dekat ke ambang kehancuran total.
Baca juga: Hampir 60 Anggota Parlemen Partai Buruh Desak Pemerintah Inggris Segera Akui Negara Palestina
Dalam sebuah pernyataan bersama pada hari Sabtu, tujuh badan PBB menekankan bahwa BBM adalah “tulang punggung kelangsungan hidup di Gaza,” yang sangat penting untuk menjaga rumah sakit, sistem air dan sanitasi, ambulans, serta operasi bantuan kemanusiaan tetap berjalan.
Beberapa badan yang terlibat antara lain adalah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Program Pangan Dunia (WFP), dan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
“Tanpa pasokan bahan bakar yang memadai, Gaza akan menghadapi keruntuhan total dalam upaya kemanusiaan,” kata mereka, seraya memperingatkan bahwa layanan kesehatan, akses terhadap air bersih, dan kemampuan menyalurkan bantuan semuanya kini berada dalam ancaman serius.
Jalur Gaza telah mengalami kekurangan bahan bakar parah sejak Israel melancarkan perang terhadap wilayah Palestina tersebut pada 7 Oktober 2023.
Kini memasuki bulan ke-21, kekurangan bahan bakar ini telah melumpuhkan layanan-layanan penting, menyebabkan penutupan toko roti, sistem air, jaringan sanitasi, dan dapur komunitas.
PBB memperingatkan bahwa kondisi tidak manusiawi ini “mendorong kelompok paling rentan di Gaza semakin dekat pada kematian.”
“Saat bahan bakar habis, beban yang sudah tak tertanggungkan kembali menimpa penduduk yang bahkan sudah berada di ujung kelaparan.”
Awal pekan ini, PBB berhasil mengirimkan bahan bakar ke Gaza untuk pertama kalinya dalam 130 hari, namun 75.000 liter yang berhasil masuk hanya mencukupi sebagian kecil dari kebutuhan harian.
Baca juga: Pasukan Israel Tembaki Warga Pencari Bantuan di Rafah, Setidaknya 30 Warga Palestina Gugur
Badan-badan tersebut menegaskan:
“Bahan bakar harus diizinkan masuk ke Gaza dalam jumlah yang memadai dan secara konsisten agar operasi penyelamatan nyawa dapat terus berjalan.”
Kampanye pembersihan etnis dan genosida yang dilancarkan Israel telah menghancurkan infrastruktur Gaza, mengusir mayoritas penduduknya, dan membuat layanan dasar berada di ambang kehancuran.
Menurut organisasi bantuan kemanusiaan, blokade serta pengeboman yang terus dilakukan rezim Israel telah menjadikan penyaluran bantuan penyelamat jiwa, termasuk bahan bakar, hampir mustahil.


