Beirut, Purna Warta – Nabatieh, Lebanon Selatan – Pasukan militer Israel menembaki sebuah wilayah di Lebanon selatan dalam pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat, sehingga menewaskan dua orang.
Pertahanan Sipil Lebanon dan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa pada hari Selasa tentara Israel melepaskan tembakan ke arah sekelompok warga yang berada di dekat sebuah buldoser yang sedang membersihkan jalan di kawasan Al-Deir, kota Nabatieh al-Fawqa.
Militer Israel menyatakan bahwa mereka sedang memeriksa laporan tersebut.
Insiden ini menjadi peristiwa mematikan terbaru yang terjadi meskipun telah diberlakukan “gencatan senjata” yang dimediasi Amerika Serikat pekan lalu antara Israel dan gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah.
Sebelumnya, Iran telah memperingatkan bahwa pihaknya akan “memberikan respons” apabila pasukan pendudukan Israel kembali melancarkan serangan terhadap Lebanon.
Menurut laporan yang dirilis pada hari Senin oleh sebuah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama pusat penelitian Lebanon, serangan militer terbaru Israel di Lebanon selatan telah menyebabkan kerugian langsung terhadap bangunan yang nilainya melebihi 1,38 miliar dolar AS, dengan volume puing-puing yang diperkirakan mencapai 3,1 juta meter kubik.
Penilaian tersebut dilakukan oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) bekerja sama dengan Dewan Nasional Riset Ilmiah Lebanon yang berafiliasi dengan pemerintah.
Hasil kajian menunjukkan bahwa 11.095 bangunan hancur total, yang berdampak pada 17.891 unit hunian, sementara 2.242 bangunan mengalami kerusakan sebagian, yang memengaruhi 5.219 unit hunian.
Selain itu, laporan tersebut menyebutkan bahwa 9.311 bangunan mengalami kerusakan ringan, yang setara dengan 18.282 unit hunian.
Penilaian ini mencakup wilayah-wilayah yang berada di selatan Sungai Litani, termasuk distrik Bint Jbeil, Marjayoun, Nabatieh, Tyre (Shour), dan Sidon (Saida).
Sejak 2 Maret, Israel telah melancarkan operasi militer berskala luas di Lebanon yang ditandai dengan pengeboman artileri serta penghancuran rumah-rumah, khususnya di wilayah selatan. Menurut pejabat Lebanon, serangan tersebut telah menyebabkan 4.106 orang tewas, 12.153 orang terluka, dan lebih dari satu juta warga mengungsi.


